Gempa dan Tsunami Sulawesi Tengah

Malang Satu Jiwa Tutup Misi Kemanusian Setelah Sebulan Kirim 46 Relawan ke Sulawesi Tengah

Ketua Relawan Malang Satu Jiwa mengatakan penutupan misi tanggap darurat bencana Sulawesi Tengah dilakukan selama sebulan.

Malang Satu Jiwa Tutup Misi Kemanusian Setelah Sebulan Kirim 46 Relawan ke Sulawesi Tengah
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM
Foto bersama Relawan Malang Satu Jiwa bersama dengan Wali Kota Malang Sutiaji, DanLanud Marsma TNI Andi Wijaya, DanLanal TNI Nanang dan perwakilan DPR pada acara penutupan relawan darurat Sulawesi Tengah, Rabu (7/11/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Relawan Malang Satu Jiwa (MSJ) menggelar acara penutupan misi tanggap bencana alam Sulawesi Tengah, Rabu (7/11/2018) malam.

Acara yang diselenggarakan di gedung KNPI Malang tersebut dihadiri oleh Wali Kota Malang Sutiaji, DanLanud Marsma TNI Andi Wijaya, DanLanal TNI Nanang, dan jajaran staf yang lain.

Ketua Relawan Malang Satu Jiwa, Dino Amanudin mengatakan, penutupan misi tanggap darurat bencana Sulawesi Tengah dilakukan selama sebulan terhitung sejak 6 Oktober hingga 6 November 2018.

"Pemberangkatan relawan dibagi menjadi dua kloter, pertama dilakukan pada tanggal 6 Oktober dengan jumlah 23 relawan. Kloter kedua berangkat pada tanggal 20 Oktober dengan 23 relawan juga," ucapnya.

Tercatat ada 46 relawan yang tergabung dalam Relawan Malang Satu Jiwa dan terdiri dari berbagai daerah.

BI Siapkan Kembali 100.000 Pohon Kopi Arabica untuk Petani di Sendang Tulungagung

"Relawan Malang Satu Jiwa terdiri dari relawan dari berbagai macam daerah yang tidak tergabung dalam kelompok pecinta alam seperti dari daerah Jakarta, Blitar, Surabaya dan Tarakan. Dari Kota Malang sendiri kita memberangkatkan 16 relawan," ungkapnya.

Dino mengatakan, dalam pemberangkatan tidak dilakukan adanya pembukaan dikarenakan kegiatan ini sifatnya mendadak.

"Relawan Malang Satu Jiwa merupakan sebuah pergerakan untuk mengumpulkan potensi teman-teman penggiat alam bebas. Mereka tulus mereka mengabdi untuk membantu korban bencana," ujarnya.

Dino menegaskan jika misi darurat sudah ditutup, namun ia tidak menutup kemungkinan jika ada relawan lain yang akan melanjutkan misi kemanusiaan tersebut.

Pemkot Malang Kirim Usulan UMK Kota Malang 2019, ini Besaran Nilai yang Diajukan ke Pemprov Jatim

Sementara itu, Nona Bila selaku Relawan Malang Satu Jiwa asal Surabaya mengatakan, dirinya ingin kembali lagi ke sana usai misi tanggap darurat MSJ selesai.

"Di sana sangat membutuhkan bantuan, kondisi di sana belum kondusif terutama di daerah-daerah pinggiran," ucapnya

Ia menambahkan, selama di sana fokus dalam psiko sosial anak-anak dan juga mengajar.

Selain itu, Nona bila menambahkan, pembangunan sekolah darurat sudah mulai dioptimalkan oleh pemerintah daerah.

"Tenda kita, kita tinggal semua di sana. Karena mereka memang membutuhkan tenda untuk proses belajar mengajar dan lain sebagainya," tutup dia. (Rifky Edgar)

Mendadak Sambangi RSUD Kanjuruhan Kepanjen, Sanusi Minta Pelayanan BPJS atau Non BPJS harus Sama

Editor: Ayu Mufihdah KS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved