Stok Darah Minim, PMI Lamongan Gencar Gelar Donor Darah

Menjelang akhir tahun, Palang Merah Indonesia (PMI) Lamongan Jawa Timur intens 'memburu' darah dari para pendonor.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Yoni Iskandar
IBTimes UK
Donor darah 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Menjelang akhir tahun, Palang Merah Indonesia (PMI) Lamongan Jawa Timur intens 'memburu' darah dari para pendonor.

Itu dilakukan agar bisa memenuhi kebutuhan darah melalui pengadaan sendiri, termasuk untuk mengantisipasi kebutuhan stok darah menjelang dan awal tahun 2019.

"Data statistik tiap tahun tetap menunjukkan kekurangan akan stok darah," kata Paramedis Teknologi Transfusi Darah (PTTD), Eko Harijanto saat dikonfirmasi TribunJatim terkait segala persiapan yang dilakukan PMI Cabang Lamongan, Minggu (2/12/2018).

Tiap tahun problem kekurangan stok darah selalu terjadi Meski berbagai terobosan sudah dilakukan, termasuk diantaranya harus jemput bola terhadap pendonor dari berbagai kalangan.

Kalau kekurangan, terpaksa keluarga pasien harus memenuhi mengambil dari PMI dari daerah lain seperti Surabaya dan kabupaten tetangga.\

Choky Sitohang Jadi MC di Pernikahan Jusup-Clarissa, Beberkan Sifat Keluarga Crazy Rich Surabayan

Data yang ada menunjukkan, kebutuhan darah pada 2018 meningkat rata - rata 1200 hingga 1300 kantong perbulan. Sementra pemenuhannya PMI Lamongan baru mencapai 1000 kantong.

PMI tidak mungkin hanya mengancalkan donor dari karyawan perusahaan. PMI kerap melakukan praktik jemput bola ke sekolah-sekolah tingkat SMA. Termasuk memanfaatkan momen tertentu untuk gerakan sadar donor darah. Seperti yang rutin setiap Hari Pers Nasional bersama para awak media di Lamongan.

Pondok pesantren juga menjadi sasaran petugas PMI. Seperti Ponpes Sunan Drajat dan Al-Islah Paciran. Setiap tiga bulan sekali dari dua Ponpes bisa mendapatkan sekitar 300 kantong darah. Sedang dari kalangan perusahaan 400 kantong darah.

Warga Madyopuro Kedungkandang Kota Malang Gelar Syukuran, Tiga Hakim PN Diberi Sanksi KY

Keterlibatan perusahaan swasta yang di Panturan Paciran cukup lumayan berkembang, ada 6 perusahaan yang rutin mengerahkan karyawannya untuk donor.

"Kalau jalur tengah, baru satu perusahaan yang rutin," kata Eko kepada TribunJatim.

Adanya K3 juga menjadi daya respon perusahaan untuk mengerahkan karyawannya mendonorkan darahnya.

Ini menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan untuk memenuhi kebutuhan darah di Lamongan.

Kebutuhan darah cenderung meningkat dan persediaan darah di PMI di Lamongan dari tahun ke tahun ada peningkatan suplai.

Tahun-tahun sebelumnya, PMI Lamongan rata-rata hanya bisa menyediakan 300 kantong perbulan. Namun pada 2018, sudah meningkat tajam 1000 kantong darah perbulan.

BREAKING NEWS: Polda Jatim Ciduk Buronan Pembobol 18 Mesin ATM di Jawa Timur

Menurut Eko, suplai jumlah darah itu akan lebih meningkat kalau para Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkup Kabupaten Lamongan mau rutin donor.

Apa para PNS dilingkungan Pemkab belum optimal ? Eko mamastikan belum.

"Banyak yang malas," katanya kepada TribunJatim. (TribunJatim.com/Hanif Manshuri)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved