Gelaran Workshop Pemakaian Yukata sebagai Sarana Edukasi Mahasiswa Sastra Jepang Unitomo

Selain kami mengajarkan bahasa juga mengajarkan pengetahuan budaya jepang. Disitu salah satunya kami memilih tema cara memakai Yukata budaya jepang.

Penulis: Samsul Arifin | Editor: Melia Luthfi Husnika
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
stri Konjen Jepang Tina Miwako, (kanan) saat menjelaskan cara mengenakan Yukata kepada mahasiswa Universitas Dr. Soetomo di Ruang RM Soemantri, Rabu, (5/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dekan Fakultas Sastra Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya, Cicilia Tantri Suryawati mengungkapkan, tujuan digelarnya Workshop Pemakaian Yukata menghadirkan istri Konjen Jepang, Tina Miwako, untuk memberi wawasan budaya Jepang kepada mahasiswanya.

Hal ini dilakukan karena banyak dari mahasiswa Prodi Sastra Jepang yang masih belum tahu cara memakai Yukata.

“Jadi, selain kami mengajarkan bahasa juga mengajarkan pengetahuan budaya jepang. Disitu salah satunya kami memilih tema cara memakai Yukata budaya jepang. Sebelumnya, sudah beberapa kali membuat workshop seperti Chanoyu, Origami,” terangnya usai acara workshop, Rabu (5/12/2018).

Dengan kegiatan tersebut, Cicilia Tantri berharap baik mahasiswa baru maupun mahasiswa lama bisa tahu cara mengenakan yukata yang benar sehingga ada kegiatan budaya mereka bisa memakai sendiri.

Selain itu, Maret 2019 mendatang pihaknya juga akan menggelar Pekan Budaya Jepang yang merupakan agenda tahunan prodi tersebut.

“Untuk workshop kami telah membuat Omotenashi, tentang etika Jepang kami mengundang manager hotel dari Hokkaido tempat mahasiswa magang disana kami undang disini memberi kuliah tamu tentang apa sih hospitality jepang. Tidak hanya mahasiswa tapi juga siswa smk dan sma,” terangnya.

Terpisah, Febby Vallentia (17), mahasiswi, mengaku baru pertama kali merasakan pengalaman memakai baju Yukata. Dia mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut dan sangat bermanfaat bagi mahasiswa baru.

“Sangat bermanfaat bagi mahasiswa jadi lebih tahu kekayaan budaya Jepang. Untuk kesulitan mengenakan Yukata saat menalikan pitanya,” ungkapnya.

Mahasiswi cantik ini berharap akan ada lebih banyak lagi kegiatan yang bertema Jepang.

“ Lebih banyak bikin workshop dapat membantu mahasiswa fakultas lain bisa lebih tau budaya Jepang itu bagaimana,” katanya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved