Bonek Wani
Komunitas Bonek Japan, Darah Bonek Tidak Luntur Meski Berada di Negeri Sakura
Bonek Japan, merupakan satu komunitas Bonek yang membuktikan bahwa darah Bonek tidak akan luntur meskipun melintasi batas-batas terluar Indonesia
Penulis: Khairul Amin | Editor: Anugrah Fitra Nurani
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Bonek Japan, merupakan salah satu komunitas Bonek yang membuktikan bahwa darah Bonek tidak akan luntur meskipun melintasi batas-batas terluar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Justru sebaliknya, saat berada di negeri orang, persaudaraan erat dari Bonek Mania dengan anggota Bonek serta kolompok suporter lain semakin erat.
Hal itulah yang menjadi nilai utama dibentuknya Bonek Japan.
Andis Stevin, Koordinator Bonek Japan menceritakan perjalanan mendirikan Bonek Japan yang tidak mudah, khususnya, untuk mengatasnamakan Japan.
(Gelar Internal Competition, DBL Academy Punya Tujuan Khusus untuk Para Champs Tiap Stage)
(Ini Dia Jajaran Player of November 2018 DBL Academy di Surabaya)
Ia harus mendapat restu dari Bonek-bonek lain yang ada di kota Japan, yaitu Chiba , Tokyo , Saitama , Osaka , dan Hiroshima.
“Awal tahun 2016 saat liburan musim dingin, saya beserta rekan-rekan satu NKRI wilayah Kota Chiba berkumpul di rumah teman, di situ saya bertemu Bonek Vava, asal Srbaya. Dari situ kami berinisiatif membentuk Bonek Japan tanpa ketua umum,” terangnya pada Surya, Senin (10/12/2018).
Andis menceritakan, tradisi Bonek tanpa ketua ini mengacu pada Bonek yang sejak zaman dulu tidak mempunyai pimpinan komunitas.
“Kalo di tanya ketua Bonek itu siapa, ya kita jawab kita-kita semua,” tambahnya.
Dari pertemuan itulah, kemudian Andis dan Vava bergerilya menghubungi teman-teman Bonek yang ada kota-kota lain di Japan.
“Bulan lima tahun 2016 pas liburan Musim Golden Week, Saya dan Vava bergerak menghubungi teman-teman di kota Hiroshima, Ichihara, dan akhirnya sepakat membentuk Bonek Japan tanpa mengatas namakan kota masing-masing,” tegasnya.
(Ini Dia Jajaran Player of November 2018 DBL Academy di Surabaya)
Terbentuknya Bonek Japan, ditambahkan Andis tidak lepas dari dukungan Bonek Japan lain, seperti Chimenk, Jajang, Santok, Danang Duot Seo, Wahyu Slendro, David Vitra, dan Liem Adyono.
Selain kumpul rutin, pria yang saat ini tinggal di Kota Funabashi, Jepang itu menyebut Bonek Japan juga aktif menghadiri kegiatan kelompok suporter lain di Japan.
“Seperti Anniv Lanus Japan (suporter PSCS Cilacap), Pasoepati Japan (suporter Persis Solo), dan Bayara Viking (Persib Bandung),” ucapnya.
Dari menghadiri anniv Pasoepati Japan bulan 5 tahun 2017 di Osaka itu, kemudian Bonek Japan sepakat mendeklarasikan Bonek Japan.
“Waktu itu dihadiri kurang lebih 60 anggota bonek dari berbagai kota di seluruh Jepang, Chiba, Tokyo, Saitama, Osaka, dan Hiroshima. dari pertemuan itu kami juga merencanakan agenda anniversary Bonek Japan pertama 13 Agustus 2017 dengan tema Harmony Satoe Nyali Wani,” tutur pria hobi Air Sof Gun tersebut.
(Kondisi Rumah Duda di Kediri, Terbuat dari Dinding Gedek dan Spanduk, Kini Hampir Roboh)
Bonek Japan saat ini terus berkembang menjadi komunitas aktif produktif, Anggotanya saat ini mencapai kurang lebih 150 orang.
“Sudah banyak yg pulang ke tanah air, tapi banyak juga yang datang ke Jepang karena hampir 99% dari anggota Bonek Japan adalah pekerja magang, di mana masa kerja hanya tiga tahun,” tambah Pria kelahiran, Benowo, Surabaya itu.
Di luar kumpul rutin komunitas tiap bulan di tiap-tiap kota, Andis menyebut Bonek Japan aktif menyumbangkan sebagian rezeki saat teman-teman lain di Indonesia tertimpa musibah, mereka juga aktif di pengajian KBRI Japan.
“Lainnya kami sering ikuti tournament futsal, hadiri kagiatan komunitas suporter lain di Jepang, juga rutin adakan Anniversary Bonek Japan,” ucapnya.
Tidak tanggung-tanggung, di Anniversary Japan kedua pada bulan Agustus 2018 lalu, Bonek Japan menghadirkan bintang tamu kelompok musik ternama tanah air, SID (Superman Is Dead).
Andis berharap, perubahan positif Bonek Mania saat ini agar terus dijaga, dan Bonek lebih dikenal secara elegan dan kratif.
“Mari kita tinggalkan masa-masa kelam, kita rubah semua pola pikir 180 derajat. Percayalah kebaikan lah yang menilai kita untuk lebih maju dan bersemangat dalam persaingan kreativitas suporter,” tutur Andis.
Tidak lupa, capain positif Persebaya saat ini yang sukses finish di lima besar klasemen, agar terus ditingkatkan di musim yang akan datang.
“Di musim yang akan datang semoga Persebaya terus menujukkan permainan khas ngotot dan ngeyel, agar Bonek sejagat raya bangga melihat itu. Saya yakin Bonek tidak akan berhenti mendukung Persebaya dimanapun dan seperti apapun kondisinya,” tutup Andis.
Reporter: Surya/Khairul Amin
(Kondisi Rumah Duda di Kediri, Terbuat dari Dinding Gedek dan Spanduk, Kini Hampir Roboh)
(Kejaksaan Negeri Gresik Rayakan Hari Anti Korupsi Sedunia, PNS Panik Mengira ada Penggeledahan)