Rabu, 22 Juli 2026

Kebijakan Baru Kemenristekdikti, Mahasiswa Politeknik Harus Magang Minimal Satu Tahun, Ini Alasannya

Namun, kebijakan baru Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mendorong agar dilakukannya magang selama satu tahun.

Tayang:
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Sudarma Adi
SURYA/DIDIK MASHUDI
Mahasiswa Politeknik Kediri yang merancang mesin pengolah kacang multi fungsi yang diberinama Arabika. Mahasiswa politeknik harus magang selama setahun sebelum menyelesaikan akademisi. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Magang atau praktek kerja biasanya dilakukan mahasiswa menjelang tugas akhir.

Lamanya praktek kerja biasanya juga tidak sampai satu semester, mengingat ada sejumlah mata kuliah yang masih dibebankan pada mahasiswa.

Namun, kebijakan baru Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mendorong agar dilakukannya magang selama satu tahun.

Dirjen Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan pendidikan Tinggi Kemristekdikti, Patdono Suwignjo mengungkapkan upaya perubahan skema praktek kerja ini termasuk bagian dari revitalisasi pendidikan vokasi.

Peserta Magang Mahasiswa Bersertifikat di Pelindo III akan Diberi Bimbingan hingga Evaluasi Berkala

“Info dari BPS, pengangguran lulusan universitas dan institut meningkat hampir 10 persen, sedangkan pengangguran lulusan politeknik menurun sebanyak 6 persen. Mendengar hal ini, Presiden Jokowi memerintahkan Menristekdikti untuk merombak (merevitalisasi) politeknik agar politeknik makin banyak dan semakin berkualitas,”urainya dalam Workshop Revitalisasi Pendidikan Tinggi Vokasi Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), Senin (17/12/2018).

Kemudian untuk mendukung magang maka diterapkan Dual System.

Yaitu Politeknik menitipkan capaian pembelajaran kepada industri setelah mahasiswa mendapat teori dan praktek di kampus.

Ini salah satu poin yang perlu kerjasama yang erat dengan mitra industri.

Pemerintah Rancang Insentif Bantu Vokasi, Menko Perekonomian: Yang Magang Tak Hanya Disuruh Fotokopi

Ada 12 politeknik yang menjadi pilot project revitalisasi, termasuk PPNS.

Jika skema revitalisasi ini berhasil, akan diterapkan untuk politeknik di Indonesia.

“Dengan adanya revitalisasi politeknik ini, kampus wajib memiliki mitra industri. Keterlibatan industri yang intens akan sangat membantu memastikan pendidikan selalu uptodate,”ujarnya.

Bersama industri, lanjutnya, politeknik harus senantiasa merevisi kurikulum, karena yang tahu kompetensi yang dibutuhkan hanya industri.

Selain itu dosen politeknik minimal 50 persen dari industri.

“Dosen harus punya pengalaman di industri, karena prakteknya sangat banyak. Sehingga pengalaman industri sangat penting,” urainya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved