RSUD SLG 'Simpang Lima Gumul' Kediri Resmi Mulai Terima Pasien pada 2 Januari 2019
Wakil Bupati Kediri Drs Masykuri Iksan menyebutkan, semua pejabat Forkompimda bakal menjadi pasien pertama yang ditangani tim medis RSUD SLG.
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Anugrah Fitra Nurani
TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Mulai 2 Januari 2019, RSUD Simpang Lima Gumul (SLG) mulai menerima pasien rawat inap dan rawat jalan.
Wakil Bupati Kediri Drs Masykuri Iksan menyebutkan, semua pejabat Forkompimda bakal menjadi pasien pertama yang ditangani tim medis RSUD SLG.
"Saya bersama pejabat Forkompimda akan melakukan general chek up. Kita coba apakah sama chek up di RSUD SLG sama dengan rumah sakit lainnya," jelas Drs Masykuri kepada wartawan usai menghadiri grand opening RSUD SLG, Kamis (27/12/2018).
Dengan melakukan general chek up sekaligus untuk mengecek apakah peralatan baru dan mahal yang dimiliki RSUD SLG dapat berfungsi dengan baik.
(Bukan Cinta dan Rangga, Milly & Mamet Sapa Fans di Royal Plaza Surabaya)
(Tim Mitigasi Kelongsoran Jalan Raya Gubeng Rekomendasikan Galian Lubang Basement RS Siloam Ditutup)
RSUD SLG punya sejumlah peralatan mahal untuk penanganan pasien sakit jantung yakni mencapai Rp 1,5 miliar.
"Nanti peralatannya terus kita kembangkan lagi. Sesuai proyeksinya RSUD SLG nantinya dapat menjadi rumah sakit rujukan di wilayah Jawa Timur bagian barat," ungkapnya.
Saat ini RSUD SLG masih merupakan RSUD tipe C. Namun sarana dan prasarana yang dimiliki terus ditingkatkan.
Saat kegiatan grand opening juga ditampilkan peragaan penanganan bagi pasien jantung oleh petugas medis rumah sakit.
Meski rumah sakit baru, tim medis yang menangani sudah banyak yang berpengalaman.
Sementara Direktur RSUD SLG dr Eko Hariyadi menjelaskan, beberapa pelayanan unggulan rumah sakit seperti Won Center atau pusat penanganan luka. Luka pasien bakal direkonstruksi sampai selesai.
(Rifai Pamone Jurnalis dan Presenter Metro TV Meninggal Dunia, Sang Kakak Ungkap Kondisi Terakhir)
(Dengar Suara Berisik di Plafon Rumah, Warga Simokerto Surabaya Ini Kaget Ada Ular Piton Besar)
"Bukan hanya perawatan luka sampai bersih, tapi sampai menutup lukanya. Tekniknya sampai seperti operasi mikro surgeri," jelasnya.
Sedangkan yang direkonstruksi bukan hanya wajah, tapi bisa juga kaki dan bagian tubuh lainnya.
"Ada penyambungan pembuluh darah," tambahnya.
Sementara terkait penanganan pasien jantung dilakukan sesuai dengan standar kesehatan sehingga dapat menyelamatkan pasien jantung. Karena golden period pasien jantung hitungannya menit.
Dijelaskan dr Eko Hariyadi, sesuai izin yang telah dimiliki RSUD SLG merupakan rumah sakit tipe C.
Untuk menjadi rumah sakit tipe B harus memiliki semua dokter spesialis berikut sarana dan prasarannya.
Reporter: Surya/Didik Mashudi
(Sukses Boyong Andik Vermansah dan M Ridho, Madura United Perpanjang Kontrak Fachrudin Aryanto)
(Jumlah Kekerasan Seksual Perempuan di Jombang Terus Meningkat, Pelaku Didominasi Guru)