Mengenali Tanda-tanda Awal dan Cara Menyelamatkan Diri dari Tsunami

Mengenali tanda-tanda awal tsunami dan berikut cara menyelamatkan diri dari tsunami.

Tayang:
Editor: Pipin Tri Anjani
wisatatrending.info via Bangka Pos
Ilustrasi Tsunami 

Mengenali tanda-tanda awal tsunami dan berikut cara menyelamatkan diri dari tsunami.

TRIBUNJATIM.COM - Tsunami adalah kumpulan gelombang tinggi, kuat, dan cepat yang disebabkan karena gempa bumi atau aktivitas vulkanik. 

Tsunami adalah bencana yang bersifat destruktif atau merusak. 

Namun tsunami bukanlah bencana yang datang tiba-tiba, dalam artian dapat diketahui ciri-cirinya sebelum terjadi. 

Beredar Video Kondisi Panggung Seventeen Sebelum Tsunami, Perhatikan Suasana Langit dan Bibir Pantai

Sehingga penting untuk mengetahui tanda-tanda awal tsunami dan cara menyelamatkan diri dari tsunami

Di bawah ini adalah cara menyelamatkan diri dari tsunami dan melihat tanda-tanda awal tsunami

TANDA-TANDA AKAN TERJADINYA TSUNAMI

1. Gempa berkekuatan besar di daerah dekat pantai

Waspada saat gempa terjadi di daerah dekat dengan pantai

Gempa yang terjadi di daerah dekat pantai atau laut akan berpotensi terjadi tsunami, terutama jika gempa tersebut cukup besar. 

Selalu waspada terhadap peringatan dini tsunami atau alarm pemberitahuan bahaya tsunami

2. Air laut tiba-tiba surut

Waspada jika air laut tiba-tiba surut dan air menjauh dari pantai. 

Perhatikan jika pantai tiba-tiba menampakkan area pasir atau daratan yang lebih lebar dari biasanya. 

Ini bisa menjadi tanda bahwa akan segera tiba ombak besar menuju daratan. 

Ifan Seventeen Baru Sadar Chat Dylan Sahara Sebelum Tsunami adalah Firasat, Terasa Janggal

3. Tingkah aneh binatang

Binatang memiliki insting bertahan hidup yang tinggi, sehingga mereka dapat merasakan bahaya lebih dahulu daripada manusia. 

Perhatikan jika binatang di sekitar Anda seperti anjing, burung, ayam, hingga tikus yang mulai bertingkah tak wajar. 

Misal saja anjing yang tiba-tiba berlari menjauhi pantai, atau tikus yang mulai keluar dari sarang untuk pergi ke tempat tinggi. 

MENYELAMATKAN DIRI SAAT TSUNAMI MENERJANG

1. Tinggalkan barang-barang

Saat tsunami menerjang, selamatkan diri Anda, bukan barang-barang Anda. 

Kesempatan menyelamatkan diri lebih tinggi saat Anda tidak membawa beban apapun sehingga Anda dapat langsung berpegangan. 

Segera jatuhkan barang-barang yang memberatkan Anda atau yang dapat mengambat pergerakan Anda. 

2. Lari ke tanah yang lebih tinggi

Jika Anda sedang ada di luar ruangan, segera cari tanah yang lebih tinggi. 

Anda dapat juga memanjat bebatuan atau tempat-tempat tinggi yang bisa Anda jangkau.

3 Penyelamat Ifan Seventeen Saat Diterjang Tsunami Banten, Menjadi Sandaran Jari-jari Kami

3. Naik ke atas gedung

Jika berada di dalam ruangan, jangan keluar. 

Memanjatlah ke tempat yang tertinggi di gedung tersebut, bahkan jika perlu, naiklah ke loteng atau rooftop. 

Harap diperhatikan cara ini dapat efektif bila gedung tempat Anda berlindung masih terlihat kokoh setelah gempa menyerang. 

4. Naik pohon 

Cara ini dapat digunakan jika Anda benar-benar tidak ada cara lain atau tempat tinggi lain. 

Pohon sering terbawa arus saat tsunami sehingga Anda sebaiknya memilih pohon yang terlihat kokoh. 

Dan cara ini hanya dapat diterapkan jika Anda memiliki kemampuan memanjat. 

5. Berpegangan pada benda yang mengambang

Saat Anda sudah terbawa arus tsunami, jangan coba berenang. 

Jangan panik dan perhatikan sekitar Anda untuk mencari benda yang mengambang. 

Raihlah benda tersebut dan tetap berpegangan pada benda tersebut dengan cara memeluknya atau menaruh tubuh atas Anda agar tetap di permukaan air. 

Benda tersebut bisa berupa daun pintu, galon, ban, atau batang kayu.

Tetap perhatikan sekitar Anda karena tsunami tidak hanya berbahaya karena ombaknya namun juga karena benda-benda yang terbawa arus. 

Perlu diketahui tsunami tidak hanya berbahaya saat datang. 

Namun saat tsunami kembali ke pantai juga berbahaya karena membawa sampah atau puing-puing yang dapat membahayakan nyawa Anda. 

Sehingga jangan turun sebelum tsunami benar-benar kembali ke pantai atau surut. 

Saudara Kembar Ifan Seventeen Sempat Melamun Lihat Laut 1 Jam Sebelum Tsunami, Sang Istri Menegurnya

BERTAHAN HIDUP SETELAH TSUNAMI MENYERANG

1. Waspada bencana susulan atau tsunami susulan

Tsunami tidak terjadi pada satu gelombang saja, namun gelombang yang  berseri. 

Sehingga kemungkinan akan ada banyak gelombang-gelombang lain yang mungkin bisa lebih tinggi dari tsunami pertama. 

Sehingga jangan buru-buru turun ke jalan dan mencari keluarga

2. Coba untuk mencari akses informasi

Jangan asal percaya informasi dari mulut ke mulut. 

Carilah sumber informasi akurat terdekat seperti radio. 

Hal ini penting untuk mengetahui keadaan sekitar apakah sudah aman atau belum.

Jenazah Anak Kedua Aa Jimmy Ditemukan, Anak Bungsu Satu-Satunya yang Selamat dari Tsunami Banten

3. Bertahan dari kekurangan sumber makanan

Efek pasca tsunami tidak bisa dianggap remeh karena kerusakan yang dihasilkan dapat sangat fatal dan besar. 

Pasokan makanan, air bersih, dan kesehatan hampir tidak ada dan menunggu bantuan dari luar. 

Perlu diwaspadai bahwa Anda tidak bisa sembarangan mengonsumsi makanan atau air di sekitar lokasi tsunami karena adanya mayat ataupun benda lain yang dapat mengontaminasi sumber makanan. 

Ada dapat mempersiapkan hal ini dengan membuat survival kit atau paket bertahan hidup dalam satu tas. 

Anda dapat memasukkan beberapa makanan kaleng untuk satu hingga dua hari dalam sebuah tas yang Anda simpan di rumah. 

Sehingga jika tsunami datang Anda dapat langsung membawa tas tersebut, namun pastikan tas itu tidak terlalu memberatkan Anda. 

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Cara Menyelamatkan Diri dari Tsunami, Plus Cara Mengetahui Tanda-Tanda Awal Tsunami

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved