Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Fakta-fakta Muncul Awan Tsunami di Makassar, Pesawat Berputar-putar di Langit hingga Penjelasan BMKG

Fakta-fakta viral awan berbentuk gelombang tsunami di Makassar, pesawat sampai berputar-putar hingga penjelasan BMKG

Editor: Pipin Tri Anjani
Instagram @makassar_iinfo
Muncul awan berbentuk gelombang tsunami di makassar 

Fakta-fakta viral awan berbentuk gelombang tsunami di Makassar, pesawat sampai berputar-putar hingga penjelasan BMKG

TRIBUNNEWS.COM - Foto Awan Kumulonimbus atau awan berbentuk gelombang tsunami diabadikan sejumlah pengguna Instagram di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (1/1/2018) sore.

Selain viral awan berbentuk gelombang tsunami di Makassar tersebut juga memberikan rasa takut kepada masyarakat yang tinggal di Kota Makassar.

Terkait viral awan berbentuk gelombang tsunami di Makkasar tersebut, BMKG memberikan penjelasan hingga bahayanya.

Detik-detik 5 Pesawat Berputar-putar Langit Makassar 20 Menit, Awan ‘Gelombang Tsunami’ Penyebabnya

Berikut ini tribunnews (grup TribunJatim.com) merangkum fakta viral awan berbentuk gelombang tsunami di Makassar dari berbagai sumber:

1. Kronologi Viralnya Awan Tsunami

Warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan dikejutkan dengan munculnya awan berbentuk gelombang tsunami pada Selasa (1/1/2019) sore.

Awan berbentuk gelombang tsunami di Makassar tersebut sempat di unggah oleh warga dan viral di media sosial.

Awan yang terlihat membentuk gelombang dan berwarna hitam ini di unggah oleh akun Instagram @makassar_iinfo.

BMKG Temukan Retakan Baru di Gunung Anak Krakatau, Imbau Masyarakat Waspadai Tsunami Susulan

Akun @makassar_iinfo mengunggah sebuah foto dan video.

Di dalam video tersebut, nampak sesorang sedang memperlihatkan suasana langit di Kota Makassar.

Video tersebut memperlihatkan bagaimana bentuk awan tsunami.

"Bismillah, assalamualaikum, inilah awan yang orang mengatakan awan tsunami," sebut pria dalam video tersebut.

"Sekarang berada di lautan Kota Makassar, terlihat awannya seperti ini (berwarna hitam)," ujar pria tersebut.

"Semoga Allah SWT memberikan keselamatan," sambung pria tersebut.

Sementara itu hingga hari Rabu (2/1/2019) pukul 16.00 WIB, video tersebut sudah mendapat like sebanyak 16 Ribu Likes dari para pengguna Instagram.

BMKG Rilis Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Beberapa Wilayah Perairan Indonesia 1-4 Januari 2019

2. Penjelasan BMKG Soal Bahayanya

Logo BMKG (net)
Logo BMKG (net) ()

Menurut staf Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Nur Asia Utami yang dikonfirmasi oleh Kompas.com (grup TribunJatim.com), Rabu (2/1/2019) pagi mengungkapkan, peristiwa munculnya awan gelombang tsunami dikenal sebagal cell awan kumulonimbus yang cukup besar.

Biasanya, awan kumulonimbus tersebut disertai hujan deras, petir dan angin kencang.

"Peristiwa tersebut dikenal sebagai cell awan kumulonimbus yang cukup besar, biasanya menimbulkan hujan deras disertai kilat/petir dan angin kencang," ujar Nur.

"Untuk periode luruhnya awan tersebut tergantung besarnya bisa 1-2 jam," kata Nur.

Nur Asia Utami menuturkan, jika awan kumulonimbus ini berpotensi terjadi di beberapa wilayah di Sulawesi Selatan, khususnya, pada pesisir barat dan selatan.

"Awan kumulonimbus bisa terjadi di beberapa daerah di Sulawesi Selatan," ujarnya.

"Bahkan, di Kota Makassar awan ini bisa tumbuh kembali," tutur Nur.

Nur Asia Utami menambahkan, jika awan kumulonimbus ini sangat berbahaya.

Bahkan, membahayakan bagi lalu lintas penerbangan.

Alat Seismograf Rekam 633 Gempa di Malang Selama 2018, Begini Imbauan BMKG

3. Lima Pesawat Berputar-Putar Selama 30 Menit

Turbulensi adalah saat pesawat terguncang karena perubahan kecepatan udara yang terjadi dalam waktu singkat. (rt.com)
Turbulensi adalah saat pesawat terguncang karena perubahan kecepatan udara yang terjadi dalam waktu singkat. (rt.com) ()

Akibatnya lima pesawat terbang terpaksa berputar-putar di ruang udara Makassar hingga nyaris 30 menit, tepatnya 20 menit.

Hal ini disebabkan munculnya awan berbentuk gelombang tsunami atau Awan Kumulonimbus menggulung di langit Kota Makassar, Selasa (1/1/2019) sore.

Kelima pesawat itu pun harus menunggu cuaca mulai membaik agar bisa mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Mengutip dari Tribun Timur (grup TribunJatim.com), hal itu disampaikan oleh General Manager AirNav Indonesia cabang Makassar Air Traffic Service Centre (MATSC), Novy Pantaryanto saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (2/1/2019).

"Saat awan kumulonimbus menggulung di langit Kota Makassar, Selasa (1/1/2019) sore, ada lima pesawat mengalami penundaan mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar."

"Sehingga, pesawat itu berputar-putar terlebih dahulu di atas sekitar 15 hingga 20 menit lalu mendarat setelah cuaca mulai membaik,” ungkap Novy.

Novy mengatakan, awan berbentuk gelombang tsunami tersebut merupakan awan yang sangat berbahaya.

Di dalam gumpalan awan kumulonimbus itu terdapat partikel-partikel petir, es dan lain-lainnya yang sangat membahayakan bagi penerbangan.

Fakta di Balik Video Suara Misterius di Langit Pekalongan, Simak Penjelasan Versi BMKG dan Airnav

Awan kumulonimbus inilah yang paling dihindari oleh pilot, karena di dalam awan itu juga terdapat pusaran angin.

“Sangat mengerikan itu awan kumulonimbus. Kalau kita liat angin puting beliung, ekor angin itu ada di dalam awan kumulonimbus."

"Awan ini juga dapat membekukan mesin pesawat, karena di dalamnya terdapat banyak partikel-partikel es."

"Terdapat partikel petir dan sebagainya di dalam awan itu,” terangnya.

Meski awan kumulonimbus dianggap membahayakan bagi penerbangan, kata Novy, pihaknya telah memiliki alat radar cuaca pada rute penerbangan yang bisa melacak cuaca hingga radius 100 Km.

Sehingga, jika terlihat awan kumulonimbus pada radar, pihaknya langsung menyampaikannya dan pilot akan membelokkan pesawat hingga 15 derajat.

“Tidak ada pilot yang berani menembus awan kumulonimbus. Jadi kita memiliki radar cuaca dan berkoordinasi dengan BMKG."

"Sehingga data dari BMKG yang diperoleh terkait cuaca buruk akan disampaikan kepada pilot."

"Jadi cuaca buruk yang terjadi, aman bagi lalulintas penerbangan,” terangnya.

Novy menambahkan, awan kumulonimbus berada di ketinggian 1.000 hingga 15.000 kaki.

Sehingga untuk penerbangan 30.000 hingga 40.000 kaki aman bagi pesawat.

“Jadi lalulintas penerbangan aman, jika ada cuaca buruk yang mengancam,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 3 Fakta Awan Tsunami di Makassar, Penjelasan BMKG Soal Bahayanya hingga Pesawat Putar Balik

Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved