Ingin Dapat Sertifikasi Musik Nasional, Harus Ikuti Uji Tulis dan Praktik
Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Musik yang berada di bawah naungan Ditjen PNFI - Kementrian Pendidikan Nasional pun memiliki program sertifikasi
Penulis: Hefty Suud | Editor: Yoni Iskandar
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hefty's Suud
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Setiap sekolah musik, pasti mengeluarkan sertifikat untuk murid-murid lulusannya. Bahkan beberapa sekolah musik mengeluarkan sertifikat bertaraf internasional.
Namun, beberapa tahun belakang, Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Musik yang berada di bawah naungan Ditjen PNFI - Kementrian Pendidikan Nasional pun memiliki program sertifikasi bertaraf nasional untuk para musisi Indonesia.
Andy Ayunir, ketua LSK menyampaikan ada sedikit perbedaan dari dua jenis sertifikat di atas.
Bedanya, peserta sertifikasi kompetensi musik nasional, wajib mengikuti dua metode uji, yaitu teori dan praktik.
"Kalau sertifikasi internasional di sekolah musik tertentu, biasanya peserta bisa memilih untuk ujian praktik saja. Kalau kami nggak bisa, harus teori dan praktik," ujar Andy, ditemui saat menguji sertifikasi nasional kompetensi musik di Sekolah Musik Kilang, Surabaya, Sabtu (19/1/2019).
Lanjutnya, hal itu diwajibkan, sebab program sertifikasi nasional kompetensi musik bertujuan untuk menyamakan bahasa di kalangan musisi Indonesia. Sehingga musisi berpeluang untuk berkarya sampai ke internasional.
• Uji Kompetensi Musik Bertaraf Nasional Kembali Dilakukan di Sekolah Musik Kilang Surabaya
• Jokowi Sebut Kaesang Anak Paling Favorit, Langsung Protes Saat Boy William Pilih Jan Ethes
• BREAKING NEWS: Polda Jatim Bongkar Praktik Prostitusi Berkedok Panti Pijat di Kediri, Ada 6 Lokasi
• Bejo Sugiantoro Ingatkan Pemain Muda Persebaya Surabaya Bisa Curi Perhatian Djadjang Nurdjaman
"Musisi-musisi kita itu kan banyak yang belajar secara otodidak. Jadi performance dia main musik sangat bagus, tapi teori musiknya sama sekali nggak ngerti," ujar Andy kepada Tribunjatim.com.
Kondisi tersebut, menurut Andy bernilai positif dan negatif. Musisi yang belajar bermain musik secara otodidak, menurut Andy, biasanya memiliki soul dan kesensitifan bermusik yang lebih dalam.
Namun, hal tersebut ternyata tidak cukup untuk membuatnya dapat bersaing secara internasional.
Seorang musisi perlu memahami teori, sehingga ia memiliki bahasa yang sama untuk dapat berkolaborasi dengan musisi manapun, yaitu bahasa musik.
"Walaupun kita nggak mengerti bahasa asing, tapi paham bahasa musik seperti not balok, partitur, paham istilah-istilah musik secara internasional. Mau main dengan siapapapun bisa, maka dari itu, penting untuk memahami teori atau bahasa musik, karena dimanapun sama," tutur Andy kepada Tribunjatim.com.
Selain itu sertifikasi musik nasional yang dilakukan oleh LSK pun menyediakan program beasiswa, disamping adanya program mandiri.
"Program serifikasinya bisa diikuti dengan mengajukan diri ke sekolah-sekolah musik yang sudah kami tunjuk, salah satunya di Surabaya ada Sekolah Musik Kilang," ujar Andy.
Lanjutnya, program tersebut terbuka untuk semua musisi Indonesia. Baik yang sudah pernah belajar musik atau yang sudah lebih dulu terjun ke dalam dunia musik tapi belum sempat memperoleh pendidikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-surabaya-ujian-musik-di-surabaya-dapar-sertifikasi.jpg)