Lahan Makam Sempit, Warga Perumahan Bulan Terang Utama Malang Protes ke Pihak Developer

Puluhan orang memadati halaman Masjid Nurul Islam, Kelurahan Modyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang pada Rabu (23/1/2019).

Tayang:
Penulis: Rifki Edgar | Editor: Anugrah Fitra Nurani
SURYA/RIFKY EDGAR
Tempat Pemakaman Umum yang ada di Perumahan Bulan Terang Utama Kedungkandang Malang 

TRIBUNJATIM.COM, KEDUNGKANDANG - Puluhan orang memadati halaman Masjid Nurul Islam, Kelurahan Modyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang pada Rabu (23/1/2019).

Orang-orang tersebut merupakan warga Perumahan Bulan Terang Utama (BTU) yang memprotes developer pihak perumahan terkait fasilitas umum dan fasilitas sosial yang dinilai belum layak dan belum ada.

Pada kesempatan itu mereka melakukan audiensi di sebuah bangunan bekas gudang yang kini menjadi Musholla sementara.

Posisi Musholla sendiri berada persis di sebelah kanan Masjid Nurul Islam yang kini masih dalam proses pembangunan.

(Bawaslu Kota Blitar Copot Dua APK Billboard di Jalan Mastrip dan Kartini)

(Pria 28 Tahun asal Mulyorejo Surabaya Tewas Jatuh dari Lantai 6 Hotel di Gubeng, Diduga Bunuh Diri)

Hadir juga dalam kesempatan itu rekan-rekan media dan juga perwakilan dari ibu-ibu PKK dalam acara yang digelar mulai pukul 10:30 WIB itu.

"Kami rela untuk tidak bekerja pada hari ini, hanya demi pertemuan ini," ucap Hendra, satu di antara warga BTU yang ada di sana.

Emik Gandamana, Ketua RW 16 dalam sambutannya menyampaikan bahwa warga Perumahan ingin fasilitas umum di Perumahan BTU bisa segera terpenuhi.

Setidaknya ada beberapa fasilitas umum yang belum bisa dipenuhi oleh pihak developer, yakni pembangunan masjid yang belum terselesaikan mulai tahun 2016, serta penerangan lampu jalan banyak yang padam.

Kemudian warga BTU juga meminta dibangunnya balai pertemuan warga serta ibu-ibu PKK meminta adanya posyandu dan tempat untuk anak Paud.

(Mau Produk UMKM Kamu Masuk Pasar Ekspor? Kunjungi FTA Center Surabaya, Begini Caranya)

(Pria 28 Tahun asal Mulyorejo Surabaya Tewas Jatuh dari Lantai 6 Hotel di Gubeng, Diduga Bunuh Diri)

"Dulu ketika pertemuan, di kertas set plan sudah ditentukan terkait fasilitas umum tersebut. Tapi nyatanya hingga lima tahun perumahan ini dibangun, fasilitas umum untuk warga belum juga tersedia," terangnya

Warga BTU juga keluhkan beberapa fasilitas yang telah disediakan oleh pihak developer, seperti Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Perumahan BTU jaraknya telalu dekat dengan pemukiman warga.

Selain itu, luas TPU yang hanya berukuran 20x5 meter itu dianggap warga terlalu sempit untuk dijadikan lokasi makam

"Jumlah warga kami itu sekitar 1100 an orang lebih, maka dari itu kami meminta fasilitas seperti TPU bisa dipindahkan ke lahan yang lebih luas lagi," ujarnya.

Selain TPU, warga Perumahan BTU juga mengeluhkan akses jalan menuju Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang berlumpur.

Hal itu membuat truk pengakut sampah tidak bisa mengambil sampah yang berada di TPS tersebut hingga menimbulkan bau yang tidak sedap.

"Sampah di sana sempat menggunung, hampir tiga tahun sampah di sana tidak diangkut, bisa dilihat bekas TPS itu sudah tidak mampu menampung banyaknya sampah," jelasnya.

(Bawaslu Kota Blitar Copot Dua APK Billboard di Jalan Mastrip dan Kartini)

(UPDATE: Satgas Anti Mafia Bola dan Vigit Waluyo akan Buka-bukaan Soal Kasus Pengaturan Skor!)

Warga BTU juga meminta kejelasan kepada pihak developer apakah rumah bersubsidi yang mereka tinggali itu memang tidak mendapatkan fasilitas umum.

Mereka juga berharap kepada pemerintah Kota Malang untuk turut serta dalam membantu menyelesaikan masalah warga yang ada di Perumahan BTU.

"Kami hanya ingin mengetahui aturannya rumah bersubsidi itu seperti apa, jika memang tidak mendapatkan fasilitas umum, kami beserta warga yang lain akan membangunnya secara mandiri," ucap Emik.

"Tapi jika rumah bersubsidi memang mendapatkan pelayanan fasilitas umum, maka kami akan terus memperjuangkan itu," tambahnya.

Sementara itu saat ditemui SURYAMALANG.COM ke kantor pemasaran, pihak developer belum bisa dikonfirmasi terkait protes warga tersebut.

Seorang pihak marketing yang berjaga di sana hanya bisa membenarkan bahwa ada perwakilan warga setempat mendatangi pihak developer pada Selasa (22/1/2019).

"Atasan kami masih keluar, nanti akan kami informasikan kepada beliau," tandasnya.

(5 Member TXT Sampaikan Salam Perkenalan Masing-masing Jelang Debut, Yeonjun: Tunggu Kami Ya)

(Kisah Michael Rockefeller, Anak Konglomerat AS yang Hilang di Hutan Papua, Tersisa Potongan Kakinya)

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved