Ini Kisah Pemangkas Rambut di Rutan Medaeng, Sering ke Klub Malam Hingga Ingin Buka Salon Sendiri

Ini Kisah Pemangkas Rambut di Rutan Medaeng, Sering ke Klub Malam Hingga Ingin Buka Salon Sendiri.

Tayang:
Penulis: Pradhitya Fauzi | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM/PRADHITYA FAUZI
Suasana kegiatan pangkas rambut di Ruang Bimbingan Kerja, Rutan Kelas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo, Minggu (27/1/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Pria asal Cianjur, Jabar bernama Sutrisna (39) ini mengaku kapok pernah menjamah narkotika.

Akibat ulahnya mencicipi sabu, ia harus mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo.

Mengapa demikian?

Pria yang mendekam di rutan sejak empat tahun lalu lantaran kasus narkoba itu mengaku, ia masih menjalani masa penahanan sekitar satu tahun lagi dari masa hukuman yang harus dijalaninya selama lima tahun.

Ada Bimbingan Kerja Jadi Pemotong Rambut di Rutan Medaeng Sidoarjo, Begini Aktivitasnya

Kendati demikian, ia mengaku tak stres hidup di rutan.

Sebab, Sutrisna dan sejumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) lain telah difasilitasi oleh pihak Rutan dalam Bimbingan Kerja (Bimker).

Salah satunya adalah kegiatan bimker potong rambut, seperti yang dilakoni Sutrisna kini.

Keahlian memangkas rambut yang dimilikinya saat ini tidak diperolehnya secara instan dan cepat.

Khusus Untuk Narapidana, Pemotong Rambut di Rutan Medaeng Hanya Bisa Pakai Gaya Rambut Rapi Tipis

Sutrisna mengaku, sebelum membui, ia mengaku sempat bekerja di sebuah salon ternama di kota pahlawan.

Sayangnya, lingkungan kerjanya membuatnya harus mencicipi barang haram itu.

"Lingkungan saya dulu memang begitu," akunya kemudian tersenyum kepada TribunJatim.com, Minggu (27/12019).

Sutrisna mengimbuhkan, ketika masih menghirup udara bebas, hampir setiap hari ia mengunjungi tempat hiburan malam.

Mau tidak mau, lanjutnya, ia terjerumus dalam pergaulan yang salah lantaran membawanya untuk mencoba narkotika.

Kendati sempat menahan agar tak terjerumus, namun hal itu dirasanya sia-sia.

"Dulu, saya ke klub malam sudah biasa, sempat saya tahan biar tidak memakai (narkoba), eh ternyata akhirnya ikut juga," sambungnya.

Kini, Sutrisna mengaku kapok telah mengonsumsi barang haram itu.

Sutrisna mengaku tak sabar segera keluar dari penjara.

Ia juga berjanji, akan menjalani kehidupan yang lebih baik.

Bahkan, bila sudah bebas, ia bercita-cita akan membuka salon sendiri.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved