Tahun Baru Imlek

Sekolah Cita Hati Rayakan Tahun Baru Imlek dengan Kampanye Zero Waste bersama Tunas Hijau

Memiliki slogan Beautyful Environment Starts from Me, Sekolah Cita Hati menggandeng Tunas Hijau untuk mengampanyekan gerakan zero waste

Sekolah Cita Hati Rayakan Tahun Baru Imlek dengan Kampanye Zero Waste bersama Tunas Hijau
TRIBUNJATIM.COM/HEFTY SUUD
Siswa SD Cita Hati Raya Laguna merayakan Tahun Baru Imlek bersama Tunas Hijau, (6/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hefty's Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Memiliki slogan Beautyful Environment Starts from Me, Sekolah Cita Hati menggandeng Tunas Hijau untuk mengampanyekan gerakan zero waste dalam susana perayaan Imlek, Rabu (6/2/2019).

Bertempat di Hall Senior School Sekolah Cita Hati yang berada di daerah Kejawan Putih Tambak, puluhan siswa siswi tampak seragam mengenakan baju berwarna merah atau yang bertema imlek.

"Tahun ini kami ingin merayakan tahun baru Imlek dengan cara yang berbeda dari biasanya. Tahun baru ini kami ingin mengajak anak-anak untuk lebih bersyukur dan mencintai lingkungannya," ujar Wakil Kepala Sekolah Cita Hati Raya Laguna KJW Putih Tambak, Joke Limanu Wirhaspati.

Merayakan Tahun Baru Imlek, Sekolah Cita Hati Ajak Siswanya Buat Wadah Jeruk dari Sampah Plastik

Lanjutnya, kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh siswa kelas 1 sampai 6 SD. Melalui kegiatan tersebut para siswa diharapkan dapat turut berperan mengurangi permasalahan sampah plastik di Indonesia dengan langkah-langkah sederhana.

"Salah satunya seperti tidak mengenakan gelas plastik sekali pakai saat membeli minuman di kantin. Dalam kegiatan ini, kami juga mengampanyekan ke siswa untuk bawa tumblr dan tepak makan sendiri ke sekolah," Joke menjelaskan.

Kegiatatan tersebut tampak dibuka dengan menyanyi bersama lagu-lagu mandarin. Para siswa pun menyaksikan pertunjukan boneka dari Tunas Hijau.

VIDEO: Meriahnya Malam Tahun Baru Imlek di Klenteng Cokro Surabaya Bersama Dewa Rejeki

Selanjutnya, barulah sesi presentasi dari duta Lingkungan Hidup Sekolah Cita Hati dan Pram, perwakilan Komunitas Tunas Hijau.

Disampaikan Joke, kegiatan tersebut dibagi dalam dua sesi. Di sesi kedua, Pram tampak menjelaskan tentang dampak sampak plastik terhadap hewan dan biota laut.

"Ini ada burung memakan serpihan plastik yang kalau ditotoal jumlahnya 200 dan beratnya setengah dari berat badan burung itu sendiri. Bayangkan kalau hewan-hewan yang makan plastik itu, selanjutnya kita jadikan lauk, kita makan," ujar Pram saat presentasi di hadapan para siswa.

TIPS CANTIK TERBARU - Cerahkan Kulit Kering dan Kusam dengan Masker Madu dan Putih Telur

TIPS CANTIK TERBARU - 11 Jenis Makanan Murah Meriah yang Bisa Mencerahkan Kulit

Imbuhnya, apabila tidak ingin memakan ikan yang di dalam perutnya terdapat plastik. Makan para siswa dapat melakukan upaya reduse, reuse, dan recycle.

Hal itu salah satunya dilakukan dengan membawa botol pribadi. Tujuannya untuk menciptakan lingkungan zero waste.

Penulis: Hefty Suud
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved