Berbeda dari Tempat Asalnya, Kopi Arabika Komasti Sendang Tulungagung Punya Aroma Khas Bunga-bunga

Menurut Supriyatna, soal aroma dipengaruhi enzim yang ada di dalam tanah. Komasti sendang juga punya aroma khas bunga-bunga.

Tayang:
Penulis: David Yohanes | Editor: Dwi Prastika
SURYA/DAVID YOHANES
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kediri, Djoko Raharto manawarkan biji kopi arabika kobra, dalam lelang kopi di Jurang Senggani, Desa Nglurup, Kecamatan Sendang, Tulungagung, Senin (25/2/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Djoko Raharto melelang panen perdana kopi arabika sendang, Kecamatan Sendang, Tulungagung, Senin (25/2/2019).

Ada dua jenis kopi arabika yang ditanam warga, yaitu komasti dan kobra.

Arabika komasti selama ini dikenal dari Jember, kemudian dibudidayakan di Sendang, Tulungagung.

Hasil panen perdana ini ternyata tidak mengecewakan.

Bank Indonesia Lelang Jenis Kopi yang Hampir Punah di Tulungagung, Sekilo Terjual RP 800 Ribu

Menurut Supriyatna, salah satu ahli kopi yang dimiliki Bank Indonesia Kediri, komasti sendang masih ada rasa sepet (agak pahit).

“Butuh perlakuan khusus oleh barista untuk menghilangkan sepetnya, dan berhasil. Ada rasa karamel, fruity, jeruk, mangga. After taste-nya tergantung dari barista,” terang Supriyatna.

Lanjutnya, arabika komasti sendang ini unik dan tergantung kreativitas barista.

Bank Indonesia Dorong Kopi Arabika Sendang Tulungagung Dapatkan Sertifikasi Indikasi Geografis

Bahkan jika pintar menyajikan, bisa keluar dua aroma sekaligus.

"Kopi yang enak 60 persen dari kualitas bijinya. Ini sudah bagus, tinggal bagaimana mengolahnya," ujar Supriyatna.

Lanjutnya, meski berasal dari Jember, namun cita rasa komasti sendang berbeda dengan tempat asalnya.

Menurut Supriyatna, soal aroma dipengaruhi enzim yang ada di dalam tanah.

Komasti sendang juga punya aroma khas bunga-bunga, terpengaruh tanaman buah di sekitarnya.

Jelang Final Piala AFF U-22 2019, Pelatih Timnas Thailand Akui Sudah Pelajari Permainan Garuda Muda

"Ini bisa masuk kopi premium, tinggal bagaimana mengolahnya," pungkas Supriyatna.

Saat ini ada sekitar 20.000 pohon kopi komasti, dari rencana tanam 100.000 pohon.

Selain itu ada sekitar 3.500 pohon arabika kobra yang dikembangbiakkan petani.

Menurut Ketua Kelompok Tani Kopi Mandiri, Kristian Yuono (36), sebenarnya kopi yang ditanam belum sepenuhnya panen.

Aksi Tengil Marinus Wanewar di Piala AFF U-22, Tolak Jabat Tangan sampai Buat Timnas Kamboja Kesal

“Hanya ada yang matang duluan, kami panen dan rencananya tidak kami lelang. Tapi karena ada acara ini, akhirnya kami pilih yang terbagus untuk dilelang,” ujar Kris.

Saat ini total panen arabika kurang dari 20 kilogram.

Khusus arabika kobra, hasilnya kurang dari 10 kilogram.

Sedangkan panen raya kopi diprediksi pada bulan Mei dan Juni 2019 mendatang.

“Kalau diperkirakan satu hektare lahan bisa menghasilkan satu ton kopi. Kita tunggu saja nanti saat panen raya,” ujar Kris. (Surya/David Yohanes)

Yuk Subscribe YouTube Channel TribunJatim.com:

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved