Lestarikan Budaya, Pemuda-Pemudi Desa Batukalangan Pamekasan Pencak Silat 4 Bulan Sekali

Warga Desa Batu Kalangan, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan menggelar pencak silat yang disaksikan ratusan masyarakat setempat.

Tayang:
Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Anugrah Fitra Nurani
TRIBUNMADURA.COM/Kuswanto Ferdian
Pemain pencak silat saat bertarung di arena pencak silat yang digelar di Desa Batukalangan, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Sabtu (23/3/2019) malam. 

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Warga Desa Batu Kalangan, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan menggelar pencak silat yang disaksikan ratusan masyarakat setempat.

Laki-laki dan perempuan muda sama-sama tak mau kalah unjuk ketangkasan.

Ketua penyelenggara pencak silat, Ach Sukri, mengatakan, pencak silat tersebut digelar hanya ingin melestarikan kebudayaan pencak silat yang ada di Indonesia khususnya di Kabupaten Pamekasan.

"Kami selaku penyelenggara, menggelar acara ini hanya untuk melestarikan budaya pencak silat yang ada di Madura khususnya di Desa Batukalangan, Kecamatan Proppo Pamekasan," kata Ach Sukri kepada Tribunmadura.com, Minggu (24/3/2019).

(Info Penting, Calon Jemaah Haji Asal Pamekasan Harus Rekam Biometrik di Surabaya)

(Pelipatan dan Penyortiran Surat Suara Selesai, KPU Pamekasan Temukan 1.471 Surat Suara Rusak)

Acara pencak silat tersebut, kata Ach Sukri digelar setiap empat bulan sekali dan diikuti oleh 80 pemain pencak silat se-Kecamatan Proppo Pamekasan.

"Ya masyarakat disini begitu antusias menyaksikan acara pencak silat ini. Selain sebagai untuk melestarikan kebudayaan pencak silat, juga sebagai ajang silaturrahmi antar desa," jelas Ach Sukri

Sedangkan Rahmad salah satu pemain pencak silat mengungkapkan, ia mengikuti acara pencak silat tersebut untuk ikut serta melestarikan kebudayaan pencak silat yang ada di desanya khususnya di Pamelasan.

Selain itu, kata Rahmad, ia mengikuti acara pencak silat tersebut untuk belajar ilmu bela diri dan membentengi diri.

(Polda Jatim Gelar Gebyar Budaya Madura 2019 di Pamekasan, Ada Lomba Karapan Sapi Berhadiah Mobil)

(Pelipatan dan Penyortiran Surat Suara Selesai, KPU Pamekasan Temukan 1.471 Surat Suara Rusak)

"Karena kalau kita bisa pencak silat itu bisa mebentengi diri dari orang jahat yang ingin menyakiti kita," ujar Rahmad.

Hal lain disampaikan oleh penonton, AKH Jalal, ia sangat senang dan mengapresiasi acara tersebut.

Karena menurut AKH Jalal selain melestarikan budaya, acara pencak silat teraebut juga ajang untuk mempererat silaturrahmi.

"Mungkin harapannya dari pemerintah kabupaten, selain perhatian yang sudah diberikan dan difasilitasi, mungkin juga dipromosikan kepada millenial untuk menjaga budaya yang ada seperti pencak silat ini," tegas AKH Djalal.

Reporter: TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

(Pelipatan dan Penyortiran Surat Suara Selesai, KPU Pamekasan Temukan 1.471 Surat Suara Rusak)

(Polda Jatim Gelar Gebyar Budaya Madura 2019 di Pamekasan, Ada Lomba Karapan Sapi Berhadiah Mobil)

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved