Inflasi Kota Malang pada Bulan April 2019 Tertinggi Kedua se Jatim
Kota Malang mengalami inflasi mencapai 0,44 persen pada bulan April 2019. Inflasi tersebut merupakan yang tertinggi kedua dari delapan kota
Penulis: Aminatus Sofya | Editor: Yoni Iskandar
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aminatus Sofya
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kota Malang mengalami inflasi mencapai 0,44 persen pada bulan April 2019.
Inflasi tersebut merupakan yang tertinggi kedua dari delapan kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Timur (Jatim). Inflasi sebesar 0,44 persen juga lebih tinggi dari inflasi Jatim yakni sebesar 0,41 persen.
Kepala BPS Kota Malang, Sunaryo, mengatakan komoditas penyumbang inflasi terbesar di Kota tersebut adalah kenaikan tiket pesawat sebesar 11,58 persen. Naiknya tiket pesawat ini memiliki andil terhadap inflasi di Kota Malang sebesar 0,3 persen.
"Bawang putih yang naik sebesar 31,13 persen dan bawang merah sebesar 24,45 juga memiliki andil inflasi Kota Malang," tutur Sunaryo, Kamis (2/5/2019).
Daging ayam yang biasanya menjadi penyumbang inflasi utama justru mengalami penurunan harga sebesar 10,85 persen dan memiliki andil deflasi 0,02 persen. Komoditi penyumbang deflasi lainnya adalah beras yang juga mengalami penurunan harga 1,78 persen.
"Komoditi lain yang memiliki andil terhadap deflasi yakni ada Cabai Rawit dan Kentang," ucap dia.
• Tips Membuat Generasi Milenial Bertahan di Satu Perusahaan
• Sambut Ramadhan 1440 H, PWNU Jawa Timur Sebarkan Beberapa Iimabuan
• Mengaku Jadi Anggota TNI, Seorang Warga Asal Sidoarjo Nekat Gelapkan Mobil Milik Driver Taksi Online
Inflasi year on year (yoy) atau bulan April 2018 ke April 2019 mengalami peningkatan 2,76 persen. Sedangkan inflasi kalender (dari Januari 2019 hingga April 2019) sebesar 0,92. Inflasi kalender Kota Malang ini juga lebih besar dari Jatim yang mengalami inflasi kalender 0,74 persen.
Tiga daerah dengan inflasi paling tinggi adalah Jember sebesar 0,45 persen, Kota Malang 0,44 persen dan Surabaya sebesar 0,44 persen.
Sedangkan tiga daerah dengan inflasi terendah adalah Banyuwangi sebesar 0,13 persen, disusul Probolinggo 0,19 persen dan Kediri 0,36 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/operasi-pasar-harga-bawang-putih-naik-di-kota-malang-pasar-gadang-lama.jpg)