Pengrajin Hijab di Lamongan Mmengeluh, Awal Ramadan Masih Lesu Order

Pengrajin hijab di Lamongan, Jawa Timur sejuh ini belum menambah produksi hijab dan pesanan masih sama seperti hari-hari biasanya.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Yoni Iskandar
surya/Hanif Manshuri
Tetap produksi hijab, meski sepi order. Harapannya pada awal pertengahan Ramadan ada peningkatan pemesanan, Kamis (09/05/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Memasuki bulan Ramadan hingga hari ke 4 ini dirasakan belum ada peningkatan order konsumen busana hijab.

Pengrajin hijab di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur  sejuh ini belum menambah produksi hijab dan pesanan masih sama seperti hari-hari biasanya.

Padahal biasanya awal puasa seperti tahun - tahun sebelumnya pesanan meningkat.

"Biasanya awal puasa seperti tahun - tahun sebelumnya sudah banyak pesanan dari Pasar Pabean Surabaya," ungkap H. Anwar pengrajin hijab di Dusun Kedurungan, Desa Dukuhtunggal, Kecamatan Glagah Lamongan Jawa Timur kepada wartawan, Kamis (09/05/2019).

Kenyataannya, hingga sekarang belum ada pesanan dan juga tidak ada peningkatan pemesanan, termasuk dari para pedagang lokal Lamongan dan kabupaten tetangga.

Penurunan pemesanan ini, menurut Anwar, sejatinya ia rasakan sejak dua tahun terakhir ini. Dari tahun ke tahun cenderung sepi.

Tiket Konser Backstreet Boys yang Mulai Dijual untuk Umum Besok, Intip Harga dan Jadwalnya

Nassar Akhirnya Beri Pesan Khusus untuk Fadel Islami yang Nikahi Muzdalifah: Welcome

Satu Jam Diperiksa, Pilot Lion Air Aniaya Pegawai Hotel Jadi Tersangka

Para pengrajin hijab di Glagah selain Anwar sebenarnya sangat mengandalkan omset bertambah itu pada bulan Ramadan, selain musim haji.

Tapi itu tidak bisa mereka rasakan sejak dua tahun ini.

"Bulan Ramadan tahun ini permintaan barang sama sekali tidak mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan hari biasa atau sebelum Ramadan," kata Anwar kepada Tribunjatim.com.

Kalau diambil rata - rata, pada dua tahun terakhir ini hanya sekitar 20-40 kodi, seperti hari - hari biasa sebelum Ramadan.

Kondisi 3 tahun lalu di awal bulan Ramadan ia sudah kebanjiran order hijab berbagai bentuk, permintaan masih tinggi, antara 100 sampai 200 kodi diawal puasa.

"Daya beli lemah," katanya kepada Tribunjatim.com.

Selain itu, kata Anwar, saat ini banyak persaingan seiring dengan tumbuh suburnya pelaku usaha hijab.
Apalagi Ramadan tahun ini bertepatan dengan tahun ajaran baru anak - anak sekolah. Sehingga banyak yang lebih mengutamakan untuk membeli kebutuhan sekolah.

Kini, Anwar dan sejumlah pengusaha kecil dan pengrajin hijab yang ada di Kecamatan Glagah berharap agar menjelang lebaran order jauh meningkat.

Meski belum ada geliat peningkatan pesanan, Anwar dan pengrajin serupa lainnya tetap mempekerjakan karyawannya.

Para pengrajin tetap menambah stok di rumah dengan harapan sewaktu - waktu ada permintaan tinggal kirim.(Hanif Manshuri/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved