Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Hindari Konflik Pemilu
Momentum Hari Kebangkitan Nasional dimanfaatkan oleh Kelompok Cipayung Plus Jatim untuk mengajak seluruh elemen bangsa agar tidak larut dalam konfli
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Yoni Iskandar
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra.
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Momentum Hari Kebangkitan Nasional dimanfaatkan oleh Kelompok Cipayung Plus Jatim untuk mengajak seluruh elemen bangsa agar tidak larut dalam konflik pemilu.
Abdul Ghoni selaku perwakilan Kelompok Cipayung Plus Jatim, mengatakan, momentum Hari Kebangkitan Nasional hendaknya dapat dijadikan masyarakat terutama bangsa Indonesia agar bangkit.
"Kita harus bangkit, apapun itu, kejadian-kejadian politik bukan berarti mengakhiri perjuangan," kata Ghoni kepada TribunJatim.com, Senin (20/5/2019).
Abdul Ghoni sekaligus sebagai Ketua umum PKC PMII Jatim itu mengatakan, momentum Hari Kebangkitan Nasional, dapat digunakan untuk introspeksi diri demi kemajuan Indonesia.
"Semakin memberikan hal terbaik untuk bangsa kita termasuk menjaga NKRI," jelasnya.
• Persiapan Mudik, Jasa Marga Ngawi-Kertosono Pasang Guard Rail hingga CCTV Tambahan di 65 Titik
• Kasus Pembakaran Orang di Temenggungan Mojokerto, Priono Dendam Istri Korban Disebut Suka Menghina
• KPU Tetapkan Jokowi Menang Perolehan Suara atas Prabowo, Selisih Suara Hampir 17 Juta
Kelompok Cipayung Plus Jatim, merupakan kelompok yang terdiri dari beberapa organisasi mahasiswa ekstra kampus.
Diantaranya, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-surabaya-kelompok-cipayung-plus-jatim.jpg)