Tanggapan Wiranto & Moeldoko Terkait Refrendum Aceh Sebut Refrendum Sudah Tidak Ada dan Hanya Wacana

Wacana refrendum Aceh muncul karena Partai Aceh tidak memenangkan suara di Aceh sehingga muncul lah ketidakpuasan dari para pemimpinnya

Tanggapan Wiranto & Moeldoko Terkait Refrendum Aceh Sebut Refrendum Sudah Tidak Ada dan Hanya Wacana
SENO
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto. 

TRIBUNJATIM.COM - Wacana refrendum Aceh digulirkan oleh Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) sekaligus Ketua DPA Partai Aceh (PA), Muzakir Manaf alias Mualem.

Mantan Wakil Gubernur Aceh periode 2012-2017, Muzakir Manaf menilai demokrasi di Indonesia tidak jelas arahnya.

Pernyataan itu disampaikan oleh Muzakir Manaf sanaf saat menghadiri acara haul wafatnya Hasan Tiro sekaligus buka puasa bersama di Banda Aceh, Senin (27/5/2019).

Menanggapi isu tersebut, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto menyebut bahwa istilah refrendum sudah tidak diatur lagi dalam sistem hukum di Indonesia sehingga menurut Wiranto, wacana tersebut tidak relevan.

"Yang terpenting yang perlu saya sampaikan bahwa masalah refrendum itu sebenarnya dalam khasanah hukum positif di Indonesia, itu sudah selesai, sudah tidak ada," ujar Wiranto seusai memimpin rapat koordinasi di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (31/5/2019).

Pengakuan Soeharto Soal Cita-citanya yang Sebenarnya, Bukan Presiden & Sebut Hanya Kebetulan

Wiranto mengaskan, bahwa aturan mengenai refrendum telah dibatalkan melalui sejumlah payung hukum.

Beberapa di antaranya seperti Ketetapan MPR Nomor 8 Tahun 1998 yang mencabut TAP MPR Nomor 4 Tahun 1993 tentang Refrendum.

Kemudian, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1999 yang mencabut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1985 tentang Refrendum.

Selain itu, Wiranto menyatakan, saat ini referendum dianggap tidak relevan oleh pengadilan internasional.

Pengakuan Ajudan Soal Sorot Mata Kartosoewiryo Kala Dieksekusi Mati, Bikin Soekarno Langsung Berdoa

"Jadi ruang untuk refrendum dalam hukum positif di Indonesia sudah tidak ada. Jadi tidak relevan lagi," kata Wiranto.

Kepala Staf Kepresidenan (KSO) Moeldoko turut menanggapi wacana referendum di Aceh dan menilai isu referendum di Aceh muncul disebabkan emosi semata.

"Isu itu bukan hal yang fundamental. Itu hanya emosi saja. Emosi karena enggak menang," ujar Moeldoko saat dijumpai di Kompleks Istana Presiden, Jumat (31/5/2019).

Dikatakan oleh Moeldoko, sebenarnya isu itu muncul karena Partai Aceh tidak memenangkan suara di Aceh sehingga muncul lah ketidakpuasan dari para pemimpinnya.

Halaman
12
Penulis: Elma Gloria Stevani
Editor: Januar AS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved