Dosen Unusa Ciptakan Fitur Aplikasi Konsultasi Kesehatan

Tiga fitur pada aplikasi Kalkulator Kesehatan karya dosen Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Permadina Kanah Arieska,

Dosen Unusa Ciptakan Fitur Aplikasi Konsultasi Kesehatan
TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA
Dosen Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Permadina Kanah Arieska, meluncurkan aplikasi kesehatan berbasis digital, Selasa (18/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tiga fitur pada aplikasi Kalkulator Kesehatan karya dosen Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Permadina Kanah Arieska, dapat membantu pengguna smartphone menjaga dan mengetahui kesehatan tubuh.

Permadina Kanah mengaplikasikan kontrol kesehatan berbasis digital yang dapat didownload dan digunakan pada smartphone terutama Android.

Aplikasi ini memang dirancang sebagai panduan dalam mengidentifikasi masalah kesehatan, kondisi tubuh dan mengatur pola makan.

Terdapat tiga fitur panduan utana tentang kesehatan yakni status gizi, kebutuhan kalori dan konsumsi air.

Permadina Kanah Arieska memaparkan, pada status gizi ditujukan sebagai tindakan preventif menjaga berat badan, kebutuhan kalori sebagai pnduan asupan makanan dan kebutuhan air per hari dalam tubuh yang berbeda-beda.

"Orang kadang tidak mengerti jumlah kalori yang dibutuhkan, bukan jumlah makanan. Kebiasaan orang Indonesia pokoknya kenyang, sebenarnya kebutuhan kalori harus diketahui," kata Permadina Kanah, Selasa (18/6/2019).

Kanah menjelaskan, status gizi diterapkan untuk orang dewasa berdasarkan WHO umur 20 tahun ke atas.

Sejumlah Sentra PKL di Surabaya Mati, Dinkop akan Kembangkan Sentra PKL Urip Sumoharjo dan Karah

Kurangi Antrean, RSI Jemursari Tambah Poli Baru

Korban Kapal Motor Arin Jaya, 17 Janazah Pagi Ini Dibawa ke RSUD H. Moh. Anwar Sumenep

"Kalau jumlah kalori perlu pengetahuan lanjutan tetapi kalau status gizi ini hanya dua variabel, tinggi dan berat badan nanti akan tahu kategori normal, kurus, pre obesitas atau obesitas nanti terhitung sesuai standart WHO," lanjutnya.

Sementara untuk cara penghitungan kebutuhan kalori membutuhkan data pengguna yakni berat badan, tinggi badan umur dan jenis aktivitas yang dilakukan setiap hari.

Begitu pula dengan konsumsi air per hari, selain berat badan dan tinggi badan juga data berapa lama beraktivitas, misalkan olahraga.

Para pengguna smartphone khususnya Android, dapat mendownload di appstore dan menghitung kebutuhan kalori, status gizi maupun kebutuhan air pada fitur-fitur aplikasi Kalkulator Kesehatan.

"Dapat dilihat setiap saat dalam monitor handphone yang di bawanya. Ada juga panduan Ebook tentang istilah kesehatan" ujar Kanah.

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved