Gus Fawait Digadang Jadi Penantang Berat Petahana di Pilbub Jember
Sejumlah nama mulai digadang menjadi kandidat calon Bupati Jember yang rencananya akan digelar pada 2020 mendatang.
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sejumlah nama mulai digadang menjadi kandidat calon Bupati Jember yang rencananya akan digelar pada 2020 mendatang.
Meski masih setahun lagi namun beberapa bakal kandidat mulai bermunculan untuk berkompetisi dengan Faida, Bupati incumben yang akan kembali maju untuk kedua kalinya.
Satu diantara figur yang didorong untuk maju dalam Pilkada Jember adalah Muhammad Fawait atau Gus Fawait.
Politisi Partai Gerindra itu dianggap layak memimpin Kabupaten Jember karena memiliki basis massa yang riil.
Keterpilihan Gus Fawait di dua pemilu berturut-turut (2014 dan 2019) sebagai anggota DPRD Jatim dari daerah pemilihan Jember dan Lumajang menjadi salah satu buktinya. Apalagi, mayoritas suara Fawait berasal dari Jember.
Wakil Ketua DPD Partai Gerindra itu pun menjadi salah satu caleg DPRD Jatim 2019-2024 terpilih dengan suara tertinggi, dengan perolehan 228.229 suara. Sekaligus, membantu partainya mengamankan dua kursi DPRD Jatim di dapilnya.
• 4 Cara Membedakan Madu Asli atau Palsu, Bisa Pakai Jempol dan Cuka
• BREAKING NEWS : Vanessa Angel Divonis 5 Bulan Penjara, Kuasa Hukum Terima Putusan
• Janda Muda Ini Diringkus Polisi, Kepergok Akan Transaksi Sabu di Dekat Minimarket di Sidoarjo
Ahmad Maududi Maschan, pengasuh Pesantren Luhur Al Husna mendukung sosok Gus Fawait untuk memimpin Kabupaten Jember. Alasan pria yang akrab disapa Gus Dodi ini, Gus Fawait selain politisi juga adalah santri.
Oleh karenanya, tepat untuk memimpin Jember yang kulturnya religius dan mayoritas NU.
“Gus Fawait itu santri tulen, cerdas dan berakhlak bagus. Saya tahu persis, karena saat beliau menjadi mahasiswa langsung dibawah asuhan Abah Kiai Ali Maschan Moesa di Pesantren Luhur Al Husna Surabaya dan keluarga ndalem,” tutur Gus Dodi ketika dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (26/6/2019).
Putra Kiai Ali Maschan ini menilai Gus Fawait pantas sebagai tokoh muda NU didorong untuk memimpin daerah.
Apalagi mereka yang berangkat dari parlemen, karena sebagai wakil rakyat sudah paham aspirasi dan masalah rakyat.
Gus Dodi menyebut sejumlah nama yang berangkat dari parlemen dan berhasil memimpin daerah. Di antaranya, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Bupati Lumajang Thoriqul Haq dan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam.
Bahkan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga adalah kepala daerah yang berangkat dari gedung parlemen. Selain itu, dengan pengalamannya di parlemen akan sekaligus membuat kandidat mengetahui permasalahan masyarakat di bawah.
Sehingga, setelah menjadi eksekutif akan melakukan eksekusi kebijakan yang pro rakyat.
“Dengan pengalamannya itu, saya kira beliau (Gus Fawait) adalah seorang yang tepat dan bijaksana untuk memimpin Jember ke depan dengan segala kelebihan yang beliau miliki,” pungkas aktivis muda NU tersebut kepada Tribunjatim.com. (bob/Tribunjatim)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-jember-sk-bupati-jember-faida-kepada-pejabat-yang-dimutasi.jpg)