Breaking News:

Berawal dari Iseng, Pemuda Asal Gresik ini Bikin Jam Digital Masjid, Hasilkan Puluhan Juta

Hanif Arroisi Mukhlis (18) pemuda asal Kebomas, Kabupaten Gresik ini berawal dari iseng-iseng membuat software kemudian ditantang oleh ayahnya untuk

Penulis: Willy Abraham | Editor: Yoni Iskandar
Willy Abraham/Tribunjatim
Hanif (18) bersama ayahnya, Akhmad Mukhlis (46) saat merakit jam digital di teras rumahnya, Jalan Pati no.32, GKB, Kecamatan Manyar, Kamis (4/7/2019). 

Hanif yang merupakan lulusan 10 besar SMA ini mampu menyelesaikan jam digital kurang dari satu jam. Dalam sehari, mereka mampu menghasilkan hingga 10 buah jam digital.

Usai dikirim, pelanggan hanya cukup mengatur lokasi sehingga jam sholat akan sesuai dengan waktu daerah pelanggan.

Pembeli juga dapat mengatur alarm saat memasuki waktu adzan dan Iqomah.

Jam digital miliknya memiliki tiga ukuran, yakni nomor 1, 38 sentimeter dijual seharga Rp 550 ribu, kemudian nomor 2 dengan ukuran 70 sentimeter Rp 800 ribu dan nomor 3 paling besar dengan ukuran 1 meter Rp 1,3 juta.

"Paling laku nomor 2 yaitu ukuran 70 sentimeter, ukuran tersebut cukup untuk ukuran masjid dan mushola," jelasnya.

Rata-rata jam digitalnya dibeli untuk dipasang di dalam masjid maupun mushola. Tidak hanya itu, sekolah non muslim turut membeli hasil karyanya.

Dalam satu bulan, saat sepi mampu menjual sekitar 15 jam digital dengan keuntungan bersih sebesar Rp 10 juta. Permintaan tinggi saat memasuki bulan ramadhan.

"Bisa sampai 50 unit saat puasa habis, waktu ramai seperti itu omset mencapai Rp 32 juta," paparnya.

Meski mampu menghasilkan puluhan juta, namun usaha jam digitalnya juga memiliki kendala terutama dalam hal kemasan. Saat ada permintaan ke luar Jawa, maka harus dikemas sedemikian rupa agar kondisi barang utuh diterima pelanggan.

"Kendala di kemasan saja," singkatnya.

Kedepan, usaha jam digital tidak hanya memiliki satu atau dua warna. Bersama ayahnya sedang melakukan riset agar kedepan jam digital lebih berwarna.

"Masih riset ya, sebenarnya sudah bisa 7 warna tetapi kendalanya ditingkat kecerahan," tutupnya.

Keuntungan yang diraup Hanif akan digunakan untuk menunaikan ibadah Haji dan akan berangkat ke tanah suci 21 tahun mendatang. (wil/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved