Mandi Bersama Temannya di Sungai Brantas Kediri, Bocah 8 Tahun Ini Hanyut Terseret Arus

Mandi Bersama Temannya di Sungai Brantas Kediri, Bocah 8 Tahun Ini Hanyut Terseret Arus.

Mandi Bersama Temannya di Sungai Brantas Kediri, Bocah 8 Tahun Ini Hanyut Terseret Arus
SURYA/DIDIK MASHUDI
Warga bersama polisi melakukan pencarian bocah tenggelam di Sungai Brantas Dusun Badal Cikal, Desa Badal Pandean, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jumat (5/7/2019) petang 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Muhamad Febrian Koironi (8) warga Dusun Badal Cikal, Desa Badal Pandean, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri diduga hanyut saat bermain mandi di Sungai Brantas, Jumat (5/7/2019) petang.

Informasi yang dihimpun TribunJatim.com, korban bersama Dani dan Ardi Satria semula bermain di depan musala. Kemudian korban bersama kedua temannya menuju Sungai Brantas dengan mengayuh dua sepeda.

Selanjutnya saat di bantaran sungai, korban dan saksi menaruh sepeda dan melepas pakaian yang diletakkan di tepi sungai serta langsung mandi di Sungai Brantas.

Razia Satpol PP di Jalan-jalan Utama di Kediri, Ciduk 6 Gelandangan dan 4 Orang Gila

Pamit Benahi Rumah, Pria Kediri Ini Ditemukan Tewas di Dapur, Posisi Terlentang Hanya Pakai Celana

Sabyan Gambus hingga Oki Setiana Dewi Meriahkan Acara Hari Jadi Kota Kediri di GOR Jayabaya

Saat mandi, korban terseret arus dan sempat ditolong kedua temannya tetapi tidak mampu karena arusnya deras.

Setelah kejadian itu kedua temannya pulang ke rumah masing-masing. Sedangkan sepeda dan baju korban masih tertinggal di tepi Sungai Brantas.

Kedua temannya tidak berani memberitahukan kejadian nahas yang menimpa Febrian karena merasa takut.

Kejadian itu baru diketahui sore hari setelah ibunya Ny Farida (40) pulang ke rumah mencari anaknya, tetapi tidak ada.

Selanjutnya ibu korban berusaha mencari di sekitar Sungai Brantas dan bertanya kepada orang yang memancing di bantaran sungai, namun tidak ada yang melihat.

Pencarian juga dilakukan Mahfud (51) ayah korban yang mencari di bantaran Sungai Brantas. Saat mencari anaknya, Mahfud bertemu dengan Ngainun ayah dari Satria yang memberitahu ditemukan sepeda, baju dan sandal korban tertinggal di bantaran sungai. Sedangkan korban hanyut saat mandi di Sungai Brantas. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polsek Ngadiluwih.

Warga bersama aparat masih dilakukan pencarian di aliran Sungai Brantas sekitar TKP korban tenggelam. Namun hingga petang kemarin masih belum ditemukan.

Kasi Humas Polsek Ngadiluwih Aiptu Anwar saat dikonfirmasi menjelaskan, pencarian masih dilakukan. Petugas juga mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi yang mengetahui kejadiannya.

Dari lokasi tempat korban mandi ditemukan satu potong celana warna krem, sepasang sandal jepit warna merah, sepeda angin.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved