Banyak Berdiri Bangunan Tambahan di Wonokromo, PT KAI Sediakan Uang Ganti Bongkar di Proyek Frontage

Banyak Berdiri Bangunan Tambahan di Wonokromo, PT KAI Sediakan Uang Ganti Bongkar di Proyek Frontage.

Banyak Berdiri Bangunan Tambahan di Wonokromo, PT KAI Sediakan Uang Ganti Bongkar di Proyek Frontage
TRIBUNJATIM/AHMAD ZAIMUL HAQ
Petugas PU Bina Marga Sby bongkar persil rumah untuk pelebaran Jalan Wonokromo. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sebanyak enam rumah perusahaan PT KAI yang berada di Jalan Wonokromo dibongkar, sebagai imbas pengerjaan proyek frontage Wonokromo, Selasa (16/7/2019).

Bekerjasama dengan Pemkot Surabaya, PT KAI membongkar rumah tersebut, untuk melanjutkan proyek pelebaran frontage Wonokromo Surabaya.

Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Suprapto mengatakan, sebelum melakukan pembongkaran terhadap enam rumah dan beberapa rumah yang ditempati warga itu, pihaknya sudah beberapa kali melakukan sosialisasi sebelum dilakukan pembongkaran.

Teruskan Proyek Frontage di Wonokromo, Seratus Lebih Aparat Dikerahkan untuk Bongkar Rumah Warga

Kronologi Toyota Tabrak Mobil Box di Frontage A Yani, Bermula dari Lepas Ban, Kondisi Mobil Ringsek

Tanah Imbas Proyek Frontage Masih Bersengketa, Pedagang Wonokromo Takut Tak Bisa Segera Jualan

"rumah perusahaan, dimana kita kerjasama dengan Pemkot Surabaya dalam hal proses sosialisasi dan penertiban ini," ucapnya saat dikonfirmasi TribunJatim.com, Selasa (16/7/2019).

Dari mulai peringatan pertama, surat peringatan tertulis juga telah beberapa kali dilayangkan.

Enam bangunan itu, menurut Suprapto, merupakan aset negara.

Menurut Suprapto, berdasarkan data yang dimiliki pihaknya, awalnya di tanah PT KAI tersebut hanya terdapat enam rumah yang termasuk rumah perusahaan PT KAI.

Namun ternyata sisa tanah di luar bangunan itu, saat ini telah banyak didirikan bangunan, baik rumah permanen maupun rumah semi permanen.

Sehingga, untuk meminimalisir dampak sosial, terhadap bangunan di luar enam bangunan itu, PT KAI menyediakan uang ganti bongkar dengan besaran Rp. 250.000/meter persegi bagi bangunan permanen dan Rp. 200.000/meter persegi bagi bangunan semi permanen, selain rumah perusahaan itu.

"karena kalau rumah perusahaan (yang berjumlah enam), gak ada gantinya, itu memang harus dibongkar," lanjut Suprapto.

Ia melanjutkan, pihaknya berharap bagi warga yang terkena dampak itu, agar memaklumi lantaran tindakan itu dilakukan untuk kepentingan umum.

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved