Diduga Idap Hipertensi, Guru SMKN Ditemukan Tewas Tertelungkup di Ruang Tamu Rumahnya di Pamekasan

Diduga Idap Hipertensi, Guru SMKN Ditemukan Tewas Tertelungkup di Ruang Tamu Rumahnya di Pamekasan.

Diduga Idap Hipertensi, Guru SMKN Ditemukan Tewas Tertelungkup di Ruang Tamu Rumahnya di Pamekasan
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Suasana saat ditemukan penemuan mayat yang meninggal di dalam rumahnya sendiri di Perumahan Nyalabu Permai Gg 3, Kabupaten Pamekasan, Rabu (31/7/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Warga Kabupaten Pamekasan digegerkan dengan penemuan mayat di salah satu rumah yang berada di Perumahan Nyalabu Permai Gg 3, Kabupaten Pamekasan, Rabu (31/7/2019).

Berdasar informasi yang dihimpun TribunJatim.com, penemuan mayat itu ditemukan meninggal dalam posisi tertelungkup di dalam rumahnya sendiri sekitar pukul 07.00 WIB.

Polisi Gerebek 10 Pengedar & Pemakai Sabu di 6 Lokasi Berbeda di Pamekasan, 2 Tersangka Masih Remaja

Kirim Surat ke Kemendag, Baddrut Tamam Minta Harga Garam Pamekasan Minimal Rp 1200 per Kilo

Kronologi Lengkap Pembunuhan Juragan Mebel Pamekasan, Korban Utang Pembuatan Pagar Rumah Baru

Penemuan mayat itu dengan identitas, Eko Mulyono (58) yang merupakan seorang guru elektronik di SMKN 2 Kabupaten Pamekasan.

Eko Mulyono yang diketahui kelahiran Solo ini ditemukan meninggal oleh pembantunya sendiri.

Saat itu pembantunya sedang ingin melakukan bersih-bersih rumah di pagi hari.

Lalu ia terkejut, ternyata majikannya ditemukan meninggal dalam keadaan tertelungkup.

Setelah itu, pembantunya memberitahu kepada tetangga setempat jika majikannya meninggal di ruang tamunya.

Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Hari Siswo Suwarno mengatakan, Eko Mulyono ditemukan meninggal di ruang tamu rumahnya yang berada di Perumahan Nyalabu Permai Gg 3 sekitar pukul 07.00 WIB.

"Korban ditemukan meninggal di ruangan tamu rumah milik korban," kata AKP Hari Siswo Suwarno.

Lebih lanjut, AKP Hari Siswo Suwarno mengutarakan, penyebab kematian korban diduga karena terkena penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi.

"Setelah diidentivikasi oleh pihak polisi dan pihak dokter maka korban diketahui terkena penyakit hipertensi," ujarnya.

AKP Hari Siswo Suwarno juga mengatakan, keluarga korban, baik anaknya maupun istrinya, semuanya sedang berada di Kota Bandung.

"Korban meninggal dalam ruangannya tanpa ada pihak keluarganya," pungkasnya.

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved