Rumah Kos TKP Remaja Digilir 6 Pria di Sumenep Ditutup, Satpol PP Menolak Disebut Lamban

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep resmi menutup rumah kos TKP remaja putri yang diperkosa 6 pria setelah dicekoki miras.

Rumah Kos TKP Remaja Digilir 6 Pria di Sumenep Ditutup, Satpol PP Menolak Disebut Lamban
TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDS SYAHBANA
Rumah kos milik H. Musleh di Jalan Raya Trunojoyo, Desa Kolor, Kecamatan/Kota Sumenep ditutup secara permanen oleh petugas gabungan. Kamis (1/8/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep resmi menutup rumah kos TKP remaja putri yang diperkosa 6 pria setelah dicekoki miras.

Aksi penutupan itu dilaksanakan pada Kamis (1/8/2019) siang ini oleh petugas gabungan.

Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Peraturan Daerah dan SDA Satpol PP Sumenep, Nurus Dahri menyampaikan bahwa pihaknya sudah sering menegur secara lisan.

"Sebelumnya tim kami dari Satpol PP sudah ada upaya teguran lisan. Tapi Allah berkehendak lain sampai terjadi kejadian seperti itu," katanya.

(Kos-kosan TKP Remaja Digilir 6 Pria di Sumenep Ditutup Permanen oleh TNI dan Polri)

Usut punya usut, sebelum peristiwa pemerkosaan itu pun, kos-kosan 'untuk perempuan ini' kerap dipakai untuk pesta miras hingga narkoba.

Rumah kos milik H Musleh tersebut dinilai melanggarPeraturan Daerah (Perda) Sumenep Nomor 3 2002, Nomor 4 tahun 2012, Nomor 8 Tahun 2018, dan Peraturan Bupati (Perbup) Sumenep Nomor 78 Tajun 2018.

Nurus menolak pasukan Satpol PPnya terkesan lamban memberikan tindakan tegas terhadap pengusaha-pengusaha rumah kos di ujung timur Madura ini.

"Selama ini kami selalu melakukan upaya patroli secara intensif terhadap rumah - rumah kos di Sumenep, namun kejadian beberapa waktu lalu itu di luar dugaan kami. Jadi bukannya kami lamban," bantahnya.

(Kos-kosan TKP Remaja Digilir 6 Pria di Sumenep Ditutup Permanen oleh TNI dan Polri)

Sebelumnya, Rumah kos milik di Jalan Trunojoyo, Desa Kolor, Kecamatan/Kota sebelah barat terminal Arya Wiraraja tersebut ditutup secara permanen.

Puluhan petugas gabungan yang dilibatkan dari TNI -Polri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumenep yang datang memberi segel.

"Izin usaha rumah kos ini dicabut dan penutupan ini sifatnya permanen," kata Abd Kadir, Kabid Pengendalian dan Penyuluhan DPMPTSP Sumenep. Kamis (1/8/2019).

Reporter:TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

(Diajak Si Pacar Minum-Minum di Kamar Kosnya di Sumenep, Remaja 19 Tahun Pingsan Saat Digilir 6 Pria)

Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved