RSUD Dr Soetomo Surabaya Tangani Operasi Bayi Kembar Siam Aqila dan Azila Asal Kendari

RSUD Dr Soetomo Surabaya akan menangani operasi pemisahan bayi kembar siam asal Kendari, Sulawesi Tenggara.

Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA
Dirut RSUD Dr Soetomo Surabaya, dr Joni Wahyuhadi (kiri) bersama Ketua Tim Kembar Siam dr Agus Harianto (tengah) dan anggota tim dr Purwadi, Jumat (2/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - RSUD Dr Soetomo Surabaya akan menangani operasi pemisahan bayi kembar siam asal Kendari, Sulawesi Tenggara.

Saat ini, bayi kembar siam bernama Aqila dan Azila masih menjalani pemeriksaan untuk persiapan operasi pemisahan di RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Direktur Utama RSUD Dr Soetomo Surabaya, dr Joni Wahyuhadi menuturkan, pihaknya telah melakukan persetujuan bersama Pemprov Kendari dan juga Pemprov Jawa Timur untuk menangani pasien bayi kembar siam.

RSUD Dr Soetomo Segera Bangun Gedung Hospice, Rumah Sakit Kecil Ada Dokter dan Perawat

Kisah Bayi Kembar 7 Pertama di Dunia Sempat Viral, Begini Kabar dan Kehidupan Mereka Sekarang!

"Langkah-langkahnya setelah ada agreement (persetujuan) dengan segala konsekuensinya sudah sama-sama kita pahami, akan dilakukan mulai hari ini pemeriksaan dipimpin dr Agus Hariyanto," kata dr Joni Wahyuhadi di Ruang Direksi RSUD Dr Soetomo Surabaya, Jumat (2/8/2019).

Dr Joni Wahyuhadi melanjutkan, pemeriksaan akan dimulai dari pemeriksaan laboratorium dan radiologi.

"Mungkin dalam dua hari ini akan ada hasil. Setelah semua pemeriksaan selesai, nanti kita akan tentukan kapan operasi dan hasil pemeriksaannya," ujar dr Joni Wahyuhadi.

Dr Joni Wahyuhadi mengatakan, operasi kali ini diperkirakan akan menghabiskan biaya ratusan juta rupiah.

Dishub Surabaya Kembangkan Aplikasi GOBIS, Pengguna Tak Perlu Takut Ketinggalan Suroboyo Bus

Tri Rismaharini Disebut Potensial Maju Pilkada DKI Jakarta, Pengamat: Cepat Merebut Hati

"Mengenai pembiayaan dan lain-lainnya administrasi, kita atasi belakangan, yang penting kemanusiaannya dulu," pungkas dr Joni Wahyuhadi.

Yuk Subscribe YouTube Channel TribunJatim.com:

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved