Pemkot Tata Ulang Kawasan Wisata Religi, Akan ada Museum, dan Tidak Ada Parkir Liar

Wisata Religi Ampel Surabaya akan mendapat penataan ulang dan dibangun destinasi wisata baru oleh Pemkot Surabaya.

Pemkot Tata Ulang Kawasan Wisata Religi, Akan ada Museum, dan Tidak Ada Parkir Liar
TRIBUNJATIM.COM/PRADHITYA FAUZI
Suasana pelataran Masjid Agung Sunan Ampel Surabaya sebelum acara pengajian yang dihadiri Habib Rizieq pada Selasa (11/4/2017) 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wisata Religi Ampel Surabaya akan mendapat penataan ulang dan dibangun destinasi wisata baru oleh Pemkot Surabaya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan pengerjaan Wisata Religi Ampel akan dimulai pada tahun 2020, sedangkan penataan dilakukan sejak tahun ini.

"Nanti sentra PKL di depan makam mbah Ampel kami tata, kami juga tata apakah sentra PKL-nya kering atau basah," tutur Eri, Jumat (9/8/2019).

Rencananya, ketika wisatawan memasuki kawasan dari tempat parkir, mereka mendapat petunjuk di mana lokasi sentra PKL maupun makam Sunan Ampel.

(Viral Biaya Parkir Bus di Masjid Ampel Surabaya Sampai Rp 50 Ribu, Dishub: Itu Bukan Parkir Resmi)

Supaya nyaman, jalanan menuju sentra PKL dan makam akan dipaving.

Kemudian, Pemkot Surabaya juga akan menertibkan parkir dengan membangun tempat parkir dua lantai.

Permasalahan parkir di Ampel menurut Eri selama ini adalah banyaknya kendaraan yang parkir di tepi jalan, tetapi mereka bukan peziarah makam Sunan Ampel.

"Tidak tahu punya siapa, pokoknya sehari-hari parkir di situ. Jadi salah satunya nanti tempat parkir dibuat tingkat dua, lalu dibedakan antara motor, mobil dan bus," jelasnya.

Dengan sistem ini diharapkan tak ada lagi kendaraan yang parkir secara ilegal, karena jalan harus nyaman bagi wisatawan.

Tak hanya itu, pemkot Surabaya juga berencana menambah daya tarik kampung khas Timur Tengah tersebut, dengan membangun Museum Sunan Ampel.

(UIN Sunan Ampel Surabaya Tawarkan Beasiswa Penuh S2 Guru Madrasah Diniyah, Cek Cara Pendaftarannya)

Museum tersebut akan dibangun di bekas Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya yang sudah dipindah ke daerah Tandes.

"Yang depan nanti RPH itu ditata, dijadikan museum di sana. Jadi orang parkir lalu jalan keluar melalui wisata PKL, bisa melewati museum yang terkait sejarah mbah Ampel," katanya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, mengatakan Ampel sudah menjadi kawasan wisata, sehingga tidak lagi bisa digunakan untuk RPH.

“Nanti di Ampel bersih tidak ada lagi pemotongan hewan. RPH itu kan mengeluarkan limbah, padahal di Ampel itu tempat wisatawan, sehingga kurang baik kalau ini dibiarkan,” ujarnya.

Reporter: Surya/Delya Oktovie

(Viral Biaya Parkir Bus di Masjid Ampel Surabaya Sampai Rp 50 Ribu, Dishub: Itu Bukan Parkir Resmi)

Penulis: Delya Octovie
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved