Mantan Plt Kepala BPPKAD Kabupaten Gresik, Dituntut 5 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Miliar

Terdakwa M Mukhtar mantan Plt Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Gresik dituntut jaksa penuntut umum Ka

Mantan Plt Kepala BPPKAD Kabupaten Gresik, Dituntut 5 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Miliar
sugiyono/surya
Terdakwa M Mukhtar mantan Plt Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Gresik dituntut jaksa penuntut umum Kajari Gresik selama 5 tahun penjara. 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Terdakwa M Mukhtar mantan Plt Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Gresik dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Gresik selama 5 tahun penjara.

Selain itu, terdakwa juga membayar denda sebesar Rp 1 Miliar subsider 6 bulan kurungan.

Kasi Pidsus Kejari Gresik Andrie D Subianto mengatakan, terdakwa telah terbukti melakukan pemotongan dana insentif para pegawai BPPKAD Kabupaten Gresik sejak triwulan pertama tahun 2018, sampai terkena operasi tangkap tangan (OTT) pada Januari 2019. Modusnya, terdakwa memberikan memo kepada para kepala bidang dan pegawai untuk menyetorkan uang hasil insentif para pegawai.

Hasil dari pemotongan dana insentif tersebut digunakan untuk keperluan internal dan eksternal. Keperluan eksternal dibagikan kepada asisten I, II dan III, ajudan Bupati dan Wakil Bupati, Kabag hukum, kasubag hukum, Badan Kepegawaian Daerah (BKD), membayar hutang kepada pak Chi yaitu almarhum Ketua DPRD Gresik dan setan klemat.

Sedangkan untuk keperluan internal, digunakan untuk membayar pekerja harian lepas (PHL), honorer dan wisata ke Bali. Dari para penerima uang pemotongan dana insentif tersebut telah mengembalikan kepada Kejaksaan Negeri Gresik pada Rabu (14/8/2019), melalui istri terdakwa M Mukhtar.

Oknum LSM Pemeras Pejabat Pemkab Gresik Akhirnya Ditahan Polisi

Berhasil Dipisah, Dokter Ungkap Kondisi Bayi Kembar Aqila-Azila Sehat dan Tersenyum

Pemkot Surabaya Larang Gunakan Plastik Sekali Pakai, Wali Kota Risma: Kalau Tak Dimulai Kapan Lagi?

"Dari para saksi yang telah disebutkan menerima dana potongan insentif tersebut telah mengembalikan sesuai perintah majelis hakim. Dengan total dana Rp 167 Juta dan dikembalikan ke kas negara," kata Andrie, Kamis (15/8/2019).

Dari bukti-bukti dan fakta persidangan tersebut, jaksa penuntut umum Kejari Gresik menilai terdakwa M Mukhtar selaku Plt dan Sekretaris BPPKD Kabupaten Gresik melanggar Pasal 12 huruf f, juncto Pasal 18 ayat (1), huruf b, Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tajun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana dirubah dengan Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi jis pasal 64 ayat (1) KUHP.

"Menuntut terdakwa M Mukhtar dengan hukuman selama 5 Tahun Penjara, dan membayar denda sebesar Rp 1 Miliar subsider 6 bulan kurungan," imbuhnya.

Selain itu, terdakwa juga diharuskan mengembalikan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 2,1 Miliar dalam waktu satu bulan setelah putusan tetap pengadilan, jika tidak mampu dilakukan penyitaan aset dan jika masih tidak cukup maka diganti pidana penjara selama 2 tahun.

"Uang tersebut dihitung sejak semester pertama 2018 sampai terjadi operasi tangkap tangan pada Januari 2019," imbuhnya.

Atas tuntutan tersebut, Majelis Hakim Tindak Pidana Tipikor Surabaya Dede Suryaman memberikan kuasa hukum terdakwa M Mukhtar untuk melakukan pembelaan. "Bagaimana, apakah menyampaikan pembelaan sendiri atau diwakilkan kepada penasehat hukum?," kata Dede.

Mendapat kesempatan tersebut, terdakwa M Mukhtar dengan tentang mengatakan akan membuat pembelaan sendiri dan penasehat hukum juga membuat pembelaan secara tertulis. "Akan menyampaikan pembelaan sendiri secara tertulis yang mulia dan penasehat hukum juga akan menyampaikan pembelaan secara tertulis," kata Mukhtar dengan didampingi Alwi selaku penasihat hukumnya. (Sugiyono/Tribunjatim.com)

Penulis: Sugiyono
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved