Liga Indonesia

Takluk 4-0 dari Arema FC, Begini Penjelasan Bejo Sugiantoro

Persebaya harus takluk 4-0 dari Arema FC, laga pekan 14 Liga 1 2019, di Stadion Kanjuruhan, Malang, Kamis (15/8/2019) sore.

Takluk 4-0 dari Arema FC, Begini Penjelasan Bejo Sugiantoro
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
MENANG TELAK - Striker Arema FC, Sylvano Comvalius berebut bola dengan bek Persebaya, M Syafiuddin dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (15/8/2019). Arema FC menang telak aras Persebaya Surabaya dengan skor 4-0. 

 TRIBUNJATIM.COM,  MALANG – Persebaya harus takluk 4-0 dari Arema FC, laga pekan 14 Liga 1 2019, di Stadion Kanjuruhan, Malang, Kamis (15/8/2019) sore.

Empat gol yang bersarang ke gawang Bajul Ijo diciptakan oleh Dendi Santoso (30), Arthur Cunha (71), Sylvano Comvalius (86), terakhir dicetak oleh Makan Konate (90+1).

Disampaikan Bejo Sugiantoro, caretaker Persebaya, skuatnya telan kakelahan pada laga ini karena pemainnya sering lakukan kesalahan sendiri. Satu diantaranya gol pertama dari Arema FC.

Tertinggal, ditambahkan Bejo, ia sudah lakukan upaya kontra strategi masukkan Damian Lizio gantikan Rendi Irwan menit 49.

“Gol di babak pertama karena kesalahan kami bola ribown, itu yang membikin saya rubah memasukkan salah satu pemain untuk mengganti Rendi Irwan, tapi itu semua tanggung jawab saya,” terang Bejo usai laga kepada Tribunjatim.com.

Terungkap Alasan Sylvano Comvalius Warnai Emas Jenggotnya, Biar Tampil Lebih Percaya Diri?

Pasca Operasi Bayi Kembar Siam Aqila-Azila di RSUD dr Soetomo, Sang Orang Tua Ingin Ajak Jalan-jalan

2 Pria Jabar Peras Pengusaha Catut Nama Pejabat Polda Jatim, Ternyata Tukang Laundry & Mekanik Mesin

Kekalahan ini menjadi skor kekalahn terbesar yang dialami Persebaya dari total empat kekalahn sejauh ini. Tiga kekalahan lain miliki skor identik 2-1, dari Bali United, PSS Sleman, dan PSM Makassar.

Sekaligus juga menjadi kekalahan terbesar Persebaya atas Arema FC selama bermain di Malang sejak tahun 1992.

Sekaligus mempernjang rekor Persebaya tidak bisa raih poin di Malang. Kali terakhir bisa bawa pulang satu poin di Liga Indonesia musim kompetisi 1997-1998. Laga yang berlangsung 12 April 1998 tersebut berakhir dengan skor imbang 0-0. Setelahnya, Persebaya selalu telan kakalahan.

Bejo juga membantah bahwa pihaknya awal laga bermain bertahan, baru berani keluar setelah tertinggal 2-0.

“Saya ingin menang di sini, saya tidak menunggu 2-0, saya masukkan (Damian Lizio) supaya satu gol baru menyerang. Saya minta pemain mulai menekan di babak kedua, karena Arema juga takut sebetulnya di babak kedua,” pungkas Bejo. (amn/Tribunjatim.com)

Penulis: Khairul Amin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved