Tri Rismaharini: Jangan Ada Persekusi, Banyak Contohnya Negara Terpecah, Saya Nggak Pengen
Membahas kerusuhan yang melibatkan ormas dan Mahasiswa Papua di Surabaya, Tri Rismaharini minta tak ada lagi warga yang melakukan persekusi.
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Anugrah Fitra Nurani
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Membahas kerusuhan yang melibatkan ormas dan Mahasiswa Papua di Surabaya, Tri Rismaharini minta tak ada lagi warga yang melakukan persekusi.
Wali Kota Surabaya itu meminta hal itu pada Warga Kota Surabaya. Jangan sampai ada aksi persekusi terhadap siapapun.
Tri Rismaharini mengatakan, perbedaan harus dipandang sebagai bentuk hukum alam, perlu disadari oleh banyak pihak, termasuk warga Surabaya.
"Saya kira, kalo kita nyadari, bahwa kita diciptakan Tuhan untuk bijaksana," kata Tri Rismaharini saat menyambut Staf khusus Presiden untuk Papua, Lenis Kogoya.
(Juluki Tri Rismaharini Mama Papua, Staf Khusus Presiden Khusus Papua: Hatinya yang Saya Lihat)
Perbedaan itu, menurut Risma harus disikapi dengan bijak.
Terlebih sesama anak bangsa, harus saling menyadari bahwa perbedaan bukanlah sesuatu yang bisa memecah belah bangsa.
Menurut Risma, hal itu penting untuk disadari bersama.
Sebab, Risma mengatakan, dirinya tidak ingin bangsa Indonesia mengalami konflik yang mengarah pada perpecahan, sebagaimana yang dialami oleh negara yang berkonflik lantaran tidak bijak menyikapi perbedaan.
"itu sudah banyak contohnya, banyak contohnya di negara yang terpecah belah itu. saya gak pengen itu," tegasnya.
(Wali Kota Risma Kirim Surat ke Pemprov Papua untuk Renovasi Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/tri-rismaharini-tegaskan-tak-akan-intervensi-rekomendasi-dari-dpp.jpg)