Pemkab Sidoarjo Dorong Kemajuan Desa Lewat Inovasi, Ini Langkah-langkahnya

Di Sidoarjo, program ini disebut-sebut berhasil. Tahun lalu pelaksanaan bursa inovasi desa telah memberikan dampak yang positif terhadap kemajuan

Pemkab Sidoarjo Dorong Kemajuan Desa Lewat Inovasi, Ini Langkah-langkahnya
M Taufik/Surya
Bupati Sidoarjo saat membuka Pekan Bursa Inovasi Desa di Sukodono, Rabu (28/8/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Desa terus didorong untuk berkembang dengan mengedepankan inovasi. Diantaranya melalui program pengelolaan pengetahuan dan inovasi desa (PPID) sebagai investasi yang mendorong peningkatan produktifitas dan kesejahteraan masyarakat.

Di Sidoarjo, program ini disebut-sebut berhasil. Tahun lalu pelaksanaan bursa inovasi desa telah memberikan dampak yang positif terhadap kemajuan sejumlah desa di Kota Delta.

"PPID dan BID (Bursa Inovasi Desa) 2019 di Sidoarjo diharapkan bisa lebih maksimal dan lebih baik dari pelaksanaan program tersebut tahun sebelumnya, baik secara kualitas maupun kuantitas," harap Bupati Sidoarjo Saiful Ilah di sela acara pembukaan BID di Convention Hall Desa Pekarungan, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, Rabu (28/8/2019)

Yang dipusatkan di tempat ini merupakan PPID Cluster III Sidoarjo yang meliputi Kecamatan Taman, Waru, Gedangan, Buduran, Sedati, dan Sukodono.

Tahun ini BID mematok target capaian komitmen dan replikasi kegiatan inovasi yang dilakukan desa-desa di wilayahnya bisa lebih baik dari capaian BID 2018 yang menghasilkan 148 komitmen dengan total nilai proyek di APBDesa 2019 sebesar Rp 13,5 miliar.

Pekan BID 2019 Sidoarjo sendiri berlangsung selama tiga hari berturut-turut, yang dimulai pada Selasa-Kamis (27-29 Agustus 2019) di tiga lokasi.

Dari total 18 kecamatan dengan 322 desa di Sidoarjo terbagi dalam 3 Cluster. Masing-masing 6 kecamatan. Cluster I terdiri atas 100 desa, Cluster II ada 124 desa dan Cluster III terdiri atas 98 desa.

Hari pertama Cluster II berlokasi di Kecamatan Krian berlangsung di Gedung Lokapala, Hari Kedua Cluster III di Sukodono di Gedung Gladiol Convention Hall Desa Pakerungan. Dan Hari Ketiga Cluster I di Kecamatan Sidoarjo yang berlangsung di Mall Pelayanan Publik.

Konsultan Pendamping Wilayah IV Provinsi Jawa Timur Hendra Dewanto SH, mengatakan bahwa pelaksanaan BID dengan system cluster ini diharapkan lebih banyak desa yang bisa membuat komitmen dan kemudian melakukan replikasi atas sejumlah program inovasi desa.

"BID Sidoarjo tahun lalu, dari 322 desa se-kabupaten telah terjadi komitmen sebanyak 148 buah kartu dengan rincian 58 komitmen untuk bidang infrastruktur, 51 komitmen untuk bidang kewirausahaan serta 39 komitmen untuk bidang sumber daya manusia," urianya kepada Tribunjatim.com.

Pihaknya berharap, pekan BID 2019 ini jumlah kartu ide maupun kartu komitmen yang terisi lebih banyak lagi.

Kucuran Dana Rp 21,5 M untuk Atasi Daerah Kumuh di Sidoarjo

Video - Burung Garuda,Rumah Adat Papua, Kerajaan Mesir Muncul di Karnaval Ngingas Sidoarjo

"Sukur-sukur 322 desa semuanya membuat komitmen replikasi program inovasi,” harapnya kepada Tribunjatim.com.

Sementara Koordinator TPP P3MD Sidoarjo yang juga Tenaga Ahli (TA) Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa, Ulul Azmi, menyebut bahwa pelaksanaan BID dengan metode cluster ini diharapkan bisa lebih memfokuskan esensi PID dan menghindari pelaksanaan BID tahun-tahun sebelumnya yang terkesan seremonial saja.

“Out put PID dan BID 2019 di Sidoarjo harus lebih baik, khususnya terkait jumlah komitmen serta replikasi kegiatan inovasi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” tukasnya.(ufi/Tribunjatim.com)

Penulis: M Taufik
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved