Kerusuhan di Papua

BREAKING NEWS - Dianggap Provokatif, Polda Jatim Tetapkan Veronica Koman Jadi Tersangka

Polda Jatim mengungkap tersangka baru dalam insiden pengepungan yang terjadi di Asrama Mahasiswa Papua di jalan Kalasan Surabaya

BREAKING NEWS - Dianggap Provokatif, Polda Jatim Tetapkan  Veronica Koman Jadi Tersangka
TRIBUNJATIM/SOFYAN ARIF CHANDRA SAKTI
Kuasa Hukum Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Veronica Koman saat berdiskusi dengan Kapolrestabes Surabaya Kombes pol Rudi Setiawan. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Polda Jatim mengungkap tersangka baru dalam insiden pengepungan yang terjadi di Asrama Mahasiswa Papua di jalan Kalasan Surabaya yang berujung kerusuhan di Papua Barat, Rabu (4/9/2019).

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengungkap, seorang warga negara Indonesia yang saat ini berada di luar negeri bernama Veronica Koman sebagai tersangka.

"Ternyata dia ini orang yang sangat aktif sekali yang memberikan atau membuat provokasi di dalam maupun di luar negeri," katanya di Lobby Gedung Tribrata Mapolda Jatim, Rabu (4/9/2019).

Veronica Koman ditetapkan sebagai tersangka karena dianggal terlalu vokal dalam menyebar konten informasi melalui akun media sosialnya terlait insiden Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya, Jumat (16/8/2019) dan kerusuahan di Papua Barat, Minggu (18/8/2019).

"Dan mereka ini sangat aktif dan setiap kejadian kalau kita cek file Polda Jatim setiap ada kejadian di berkaitan masalah Papua. VK selalu ada di lokasi kejadian," ujarnya.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menghitung, sedikitnya ada lima lima konten dimedia sosial yang bernada provokatif dan tidak berlandaskan fakta (hoax) terkait insiden di Asrama Mahasiswa Papua Surabaya, Jumat (16/9/2019) silam hingga detik ini.

6 Fakta Benny Wenda yang Disebut Dalang Kerusuhan di Papua, Dapat Penghargaan dari Dewan Kota Oxford

BNN dan Bea Cukai Jatim Gagalkan Peredaran Narkoba Seberat 7 Kg di Malang

Sederet Artis yang Komentari Calon Rumah Mewah Raffi Ahmad, Lihat Desainnya, Irwansyah: Horang Kayah

"Saat ini ada 5 ppstingan yg memang ini sangat provokatif dan ini duberitakan bukan hanya di dalam negeri tapi di luar negeri," kata Irjen Pol Luki Hermawan.

VK bakal dikenai empat pasal berlapis, yakni UU ITE, UU KUHP 160, UU Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana, dan UU 40 tahun 2008, tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

"Kami mengenakan 4 pasal berlapis," tegasnya Tribunjatim.com.

Penetapan status tersangaka Veronica Koman, lanjut Luki, didasarkan beberapa bukti mulai dari rekam jejak digital akun media sosial Veronica Koman dan laporan dari masyarakat.

"Ini sangat aktif di mana hasil gelar memutuskan dari bukti-bukti Dan dari hasil pemeriksaan saksi ada 6
tiga saksi warga biasa dan 3 saksi ahli akhirnya kami tetapkan sebagai tersangka," jelasnya Tribunjatim.com.

Mengingat keberadaan VK masih diluar negeri, lanjut Luki, pihaknya akan berkoodinasi dengan lembaga negara lainnya ditingkat pusat.

Mulai dari Mabes Polri, BIN, Interpol, Keimigrasian, dan Menkopolhukam.

"Kami masih akan bekerja sama dengan mereka dan tunggu hasil penyelidikan nanti ya," pungkasnya.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved