Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin : Desa Harus Bisa Mandiri

Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin, bantuan dari pusat untuk desa sejauh ini sudah luar biasa. Selain anggaran, juga ada pendamping desa,

Penulis: M Taufik | Editor: Yoni Iskandar
M Taufik/Surya
Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin saat menghadiri acara Rapat Koordinasi Tim Inovasi Program Inovasi Desa (PID) di Sidoarjo, Rabu (18/9/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Desa harus bisa mandiri melalui berbagai terobosan dan inovasi. Besarnya dana yang mengucur dari pemerintah, juga harus bisa dimaksimalkan untuk kemajuan serta kemandirian desa.

Menurut Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin, bantuan dari pusat untuk desa sejauh ini sudah luar biasa. Selain anggaran, juga ada pendamping desa, koordinator tingkat kecamatan, konsultan tingkat propinsi dan sebagainya.

Dengan berbagai instrumen tersebut, tujuan pemerintah pusat untuk mendorong desa-desa agar mandiri diyakini bakal terwujud.

"Tentu harus didukung semua pihak," kata wabup di sela acara Rapat Koordinasi Tim Inovasi Program Inovasi Desa (PID) di Sidoarjo kepada Tribunjatim.com, Rabu (18/9/2019).

Banyaknya dana desa, jika tidak dilanjutkan dengan program inovasi desa maka hasilnya tak bisa maksimal. Tidak bisa sesuai dengan apa yang diharapkan.

Disebut dia, butuh langkah-langkah yang cemerlang, lompatan inovasi dengan terobosan-terobosan terbaik, serta berbagai aksi positif lain untuk membawa desa menjadi lebih maju dan mandiri.

Wulang Suhardi Datangi Kejati Jatim, Penyidikan Dugaan Korupsi KUR Bank Jatim Jombang Dilanjutkan

Sosok Shobibah Rohmah, Istri Imam Nahrawi yang Ternyata Bukan Orang Sembarangan, Lihat Pekerjaannya

Daftar Top Scorer Kualifikasi Piala Asia U-16 2020, Gelandang Serang Garuda Asia Berada di Puncak

"Program inovasi desa merupakan sebuah forum penyebaran dan pertukaran inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang di desa-desa. Juga menjadi media belajar bagi masyarakat dan pemerintah desa untuk memperoleh informasi yang dapat mendukung pembangunan desa. Sehingga program itu harus terus ditingkatkan," urai pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut kepada Tribunjatim.com.

Di Sidoarjo sendiri, program inovasi desa sudah berjalan selama tiga tahun. Program itu harus diteruskan untuk terus berbenah jika ada yang kurang. Juga menjadi ruang yang bagus untuk evaluasi agar natinya desa-desa bisa maju secara merata.

Dalam program inovasi desa, pada tahun 2018 Sidoarjo mendapat kucuran dana sebesar Rp 1.523.537.010. Dana itu dipakai untuk membiayai PID di Kabupaten Sidoarjo dan 322 desa di 18 kecamatan.

Kemudian pada tahun 2019, dana terkucur sebesar 1.214.122.00. Juga ntuk membiayai PID di Kabupaten Sidoarjo dan 302 desa di 17 kecamatan.

Kepala Dinas Pemerintahan Desa Sidoarjo M Ali Imron pada kesempatan yang sama menyampaikan, kegiatan-kagiatan inovasi desa diharapkan bisa terus mendorong efektivitas penggunaan atau investasi dana di desa.

Serta bisa menjadi proses pertukaran pengetahuan dan inovasi dari masing-masing desa.

"Seluruh desa di Sidoarjo diharapkan dapat terus mengembangkan inovasi di bidang sumber daya manusia, kewirausahaan, ekonomi, dan infrastruktur," tukasnya kepada Tribunjatim.com.(ufi/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved