Kebakaran Semeru Masih Belum Padam, Lahan 102 Hektar Yang Terbakar

Kebakaran hutan di Gunung Semeru masih belum bisa dipadamkan. Hingga Sabtu (5/10), terdapat kepulan asap di Blok Bantengan dan Amprong.

Kebakaran Semeru Masih Belum Padam, Lahan 102 Hektar Yang Terbakar
ISTIMEWA
Pemadaman kebakaran hutan di Gunung Semeru. 

 TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kebakaran hutan di Gunung Semeru masih belum bisa dipadamkan. Hingga Sabtu (5/10), terdapat kepulan asap di Blok Bantengan dan Amprong.

“Lokasi ini sempat dipadamkan namun karena faktor angin yang sangat kencang ditambah cuaca panas, tonggak kayu dan seresah yang sudah mati membuat kepulan asap muncul kembali,” jelas Humas Balai Besar TNBTS, Syarif Hidayat, Minggu (6/10/2019).

Ia menambahkan luas terdampak kebarakan hutan Semeru telah lebih dari 102 hektar. Sementara daerah yang berhasil dipadamkan diantaranya Gunung Kepolo, Arcopodo, Kelik, Watupecah, Waturejeng, Ayek-ayek Pusung Gendero, Ranu Kumbolo, Oro-oro Ombo, Watu Tulis, Po’o Senthong dan Gunung Lanang.

“Kurang lebih daerah terdampaknya 102 hektar,” katanya.

Beda Data Luas Hutan Terdampak versi BPBD Jatim dengan Balai Besar TNBTS

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Yanuar Rachmadi mengatakan luas hutan terdampak kebakaran Semeru mencapai 130 hektar per 27 September. Data tersebut berbeda dari yang dirilis BB TNBTS yang hanya 102 hektar.

“Data sekarang belum kami rangkum. Tapi per 27 September itu 130 hektar,” ungkap Yanuar.

Menurut dia, perbedaan tersebut wajar sebab tidak ada alat untuk mengukur luas hutan secara pasti. Dalam menentukan luasan kebakaran, BPBD menggunakan aplikasi digital maps yang diolah sedemikian rupa.

Sakit Jiwanya Kambuh, Pria Di Gresik ini Menantunya Hingga Tewas Serta Bacok Istrinya

Bebby Fey Rival Atta Sindir Kubu yang Membencinya, Isu Viral Video Syurnya Terjawab: Jangan Ngegas

Batik Song Song Asal Madiun, Upaya Melestarikan Sejarah dan Mengembalikan Kearifan Lokal

“Kita kan nggak mungkin tuh hitung kebakarannya manual, jadi pake mapskan. Mana yang kebakar kemudian diitung luasannya,” imbuhnya.

Ketika ditanya mengapa tidak menggunakan pemadaman via udara, Yanuar beralasan BB TNBTS tidak pernah memintanya. Kata dia, BB TNBTS menyatakan bisa mengendalikan kebakaran hutan tanpa bantuan pemadaman via udara.

“Kalau waktu Arjuno itu Tahura Raden Soerjo menyurati kami. Minta bantuan pemadamaman via udara, kami tindaklanjuti. Kalau Semeru ini TNBTS katanya bisa mengendalikan dan tidak membutuhkan bantuan pemadaman via udara,” tutupnya.

Sebagai informasi, kebakaran hutan di Semeru awalnya terjadi di Blok Kelik, Arcopodo dan Kalimati sejak 17 September. Api kemudian merembet ke resor Ranu Kumbolo tepatnya di Gunung Kepolo dan Oro-oro Ombo hingga saat ini ke Ranupani.

Sejak kebakaran meluas, TNBTS memutuskan untuk menutup jalur pendakian. Belum dapat dipastikan kapan jalur pendakian akan dibuka.( Aminatus Sofya/Tribunjatim.com)

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved