Model Diana Andiany Siapkan Buku Fotografi
Lama terjun di dunia modeling akhirnya, Diana Andiany memutuskan untuk membuat buku fotografi bersama fotografer Hendra Lesmana.
Penulis: Yoni Iskandar | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Lama terjun di dunia modeling akhirnya, Diana Andiany memutuskan untuk membuat buku fotografi bersama fotografer Hendra Lesmana.
Segala bentuk persiapan dari, kostum hingga konsep pemotretan pun dirancang sedemikian rupa. Bahkan selain melakukan pemotretan di studio, keduanya pun memilih Garut sebagai lokasi pemotretan.
"Semuanya dilakukan untuk mencapai hasil yang optimal, pun untuk menambah kesan lebih dalam aku menggandeng "DOGDAG METALWORKS" sebagai penunjang asesorisnya," ujar Diana.
Menurut peraih gelar The Best Unic Costume JFC (Jember Fashion Carnaval) itu, kebanyakan model jarang memperhatikan soal asesoris dalam penampilannya.
"Namun bagi saya, selain kemampuan bergaya, perlengkapan pendukung juga sangat dibutuhkan," tambah pemilik event organiser Fireworks ini.
Lebih jauh, mengenai persiapan buku fotografinya, Diana menjelaskan, bahwa kolaborasinya bersama Hendra Lesmana, adalah rangkaian seni yang sudah dipersiapkan secara matang, sehinga dalam prosesnya diharapkan akan mendapat pencapaiannya semaksimal mungkin.
"Walaupun saya pun harus sadar, bahwa sebagai manusia saya pasti memiliki kekurangan, dan karenanya bersama Opa Hendra, kami saling mengisi," tuturnya.
Menyambung Diana, menurut Hendra, sesi pemotretan yang dilakukannya, adalah berangkat dari konsep minimalis yang akan menekankan rasa keanggunan dalam perwujudannya.
Penggunaan asesoris seperti topi, dan berbagai tambahan material lainnya dimaksudkan agar ada corak tegas namun tetap feminin.
"Di buku foto itu aku akan langsung tegas pada unsur penataan cahaya, yang menyudutkan beberapa elemen seperti 'full body' secara sudut jepret, tujuannya sapuan cahaya akan lebih dominan dibagian tertentu," kata Hendra.
Bagi fotografer yang pernah aktif di beberapa media massa ini, pembuatan buku fotografi yang diberi tajuk 'Jejak Warna Diana' itu, akan condong menterjemahkan kolaborasi seni ke dalam setiap pengambilan gambarnya.
"Artinya, kami masing-masing mengendurkan ego kami sebagai semiman, sehingga perpaduan dua karakter akan lebih terlihat pada saat pemotretan berlangsung, dan kolaborasi ini terasa ketika jeperatan demi jeperatan sedang berlangsung. Pokoknya asik deh," jelas pria berkacamata yang murah senyum itu.
Dalam sesi pemoretan yang didukung seting tata cahaya oleh Raja Iman itu, rencananya akan diluncurkan pertengahan November tahun ini.
"Bahkan kalau memungkinkan, pada acara peluncuran nanti akan dibarengi dengan sesi pameran," Ujar Hendra.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-surabaya-model-ibu-kota-diana-andiany.jpg)