Begini Penuturan Mukidi Korban Ledakan Balon di Kediri di Peringatan Hari Santri

edakan balon peringatan Hari Santri Nasional milik Yayasan Al Maarif, Singosari, Kabupaten Malang telah mengakibatkan 8 orang korban mengalami luka ba

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Yoni Iskandar
istimewa
Segerombolan balon yang tersangkut di pohon sengon yang tidak meledak, Selasa (22/10/2019). 

 TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Ledakan balon peringatan Hari Santri Nasional milik Yayasan Al Maarif, Singosari, Kabupaten Malang telah mengakibatkan 8 orang korban mengalami luka bakar tangan dan wajahnya, Selasa (22/10/2019).

Mukidi (48) salah satu korban ledakan balon menjelaskan, kronologi kejadian yang menimpanya bermula saat melihat segerombolan balon dari arah timur ke barat. Ada dua gerombolan balon, salah satunya ada umbul-umbulnya. Selanjutnya balon tersangkut di pohon sengon yang ada kawasan hutan RPH Manggis Petak 60 D.

Setelah tersangkut di pohon sengon, segerombolan balon kemudian menjadi rebutan orang banyak yang kebetulan ada di sekitar TKP. Malahan balon yang tersangkut di pohon sengon menjadi rebutan.

Namun tiba-tiba segerombolan balon yang jumlahnya puluhan setelah diturunkan dan menjadi rebutan tiba-tiba meledak. "Talinya sempat saya pegang, namun akhirnya meledak," jelas Mukidi usai.menjalani perawatan di RSUD Pare.

Mukidi tidak tahu persis penyebab meledaknya balon peringatan Hari Santri Nasional. Namun dugaannya saat terjadi rebutan balon ada yang membawa rokok dan balon terkena putung rokok hingga akhirnya meledak.

"Kira-kira ada yang membawa rokok. Kalau tidak kena percikan api tidak mungkin meledak," ungkapnya kepada Tribunjatim.com.

BREAKING NEWS : Balon Umbul-umbul Peringatan Hari Santri Meledak di Kediri, 8 Warga Alami Luka Bakar

Mengklaim Jadi Partai Paling Diminati di Pilwali Surabaya 2020, PSI Jatim: Seleksinya Tanpa Mahar

Ratusan Siswa Positif Bawa Kuman Difteri, MIN 1 Kota Malang Diliburkan 5 Hari

Namun Mukidi tidak mengetahui siapa orang yang membawa rokok hingga percikannya mengenai balon.

"Yang ikut rebutan balon banyak, namun yang menjadi korban ledakan ada 8 orang," jelasnya kepada Tribunjatim.com.

Mukidi mengungkapkan, ledakan puluhan balon itu mengakibatkan kobaran bunga api yang mengenai orang yang ikut berebut balon.

"Ledakan mengeluarkan api," tambahnya.

Mukidi sendiri terluka di kedua telapak tangannya yang mengalami luka bakar. Dia bersyukur karena bagian mukanya tidak ikut tersulut api ledakan balon sehingga setelah menjalani perawatan diperbolehkan pulang.

Sementara korban luka bakar akibat ledakan balon menimpa orang dewasa dan anak-anak. Korban anak-anak dialami Zaki (10) siswa SD kelas 3 warga Desa Manggis, Kecamatan Puncu. Korban mengalami luka bakar di tangan dan muka masih di rawat di RSUD Pare.

Korban orang dewasa dialami warga Desa Manggis, masing-masing Juwanto (34) mengalami luka bakar di seluruh muka dan tangan dan sempat pingsan.

Sedangkan Winarko (37) mengalami luka bakar di wajah dan Sutikno (40) mengalami luka bakar di tangan dan wajah. Korban dirawat di RSUD Pare dengan kondisi luka bakar 20 sampai 10 persen.

Sementara tiga korban lainnya dirawat di RD HVA Pare dengan kondisi mengalami luka bakar di bagian tangaj dan wajahnya.

Seluruh korban masih menjalani perawatan rawat inap kecuali Mukidi yang telah diperbolehka pulang dan menjalani rawat jalan.(dim/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved