PENGAKUAN Pelaku Setubuhi 8 Remaja Bawah Umur di Jombang, Modusnya Ajak Jalan-jalan & Inap di Rumah

PENGAKUAN Pelaku Setubuhi 8 Remaja Bawah Umur di Jombang, Modusnya Ajak Jalan-jalan & Inap di Rumah.

PENGAKUAN Pelaku Setubuhi 8 Remaja Bawah Umur di Jombang, Modusnya Ajak Jalan-jalan & Inap di Rumah
SURYA/SUTONO
Adi Indra Purnama tersangka persetubuhan anak di bawah umur di Jombang 

PENGAKUAN Pelaku Setubuhi 8 Remaja Bawah Umur di Jombang, Modusnya Ajak Jalan-jalan & Inap di Rumah

TRIBUNJOMBANG.COM, BANDAR KEDUNGMULYO - Petugas Polres Jombang membekuk M Adi Indra Purnama (24), pemuda asal Desa Karangdagangan, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang.

Adi diringkus setelah polisi menerima laporan beberapa warga, yang meyakini Adi Indra Purnama melakukan persetubuhan dan bahkan perkosaan pada gadis di bawah umur.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Azi Pratas Guspitu mengatakan, Adi ditangkap saat membeli nasi goreng di Desa Kayen, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kamis (31/10/2019).

Ratusan Ayam Potong Siap Panen di Jombang Mendadak Mati, Diduga Tertimbas Cuaca Ekstrem

Kasus Mayat Wanita dengan Luka Parah di Kepala Ditangani Satlantas Jombang

Penemuan Mayat Wanita di Tepi Jalan Madiun - Jombang, Ada Chat Asmara di Ponsel Korban

Selanjutnya, Adi digelandang ke Mapolres Jombang guna pemeriksaan lebih lanjut.

Yang membuat polisi terkaget-kaget, dalam pemeriksaan sementara, Adi malah mengaku melakukan persetubuhan dengan terhadap delapan gadis, yang rata-rata di bawah umur.

"Pengakuannya, pelaku menyetubuhi delapan korban," ujar Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Azi Pratas Guspitu, Jumat (1/11/2019).

Azi menjelaskan, salah satu korban inisial A (19), siswi SMA di Jombang asal Kecamatan Periuk, Kota Tangerang. Atas perbuatan Adi ini, korban melaporkannya ke Polres Jombang.

Dalam laporan itu disebutkan, pada September 2019, pelaku mengajak korban ke salah satu rumah di kawasan Tunggorono Jombang.

Dengan dalih menguji keperawanan, Adi memaksa A melakukan hubungan intim. Korban menolak, tapi pelaku tetap memaksa, sehingga keperawanan korban terenggut.

Korban lainnya adalah S (19), warga Karangdagangan, Kecamatan Bandarkedungmulyo. Korban S ini tak lain keponakan dari Adi sendiri.

Peristiwa pemerkosaan ini terjadi saat tahun baru 2016, ketika S masih usia 16 tahun. Awalnya, Adi mengajak S jalan-jalan untuk merayakan malam pergantian tahun.

Adi lalu mengajak S menginap di rumah Adi. Saat berada di kamar itulah, Adi memaksa keponakannya melakukan hubungan layaknya suami-istri.

"Kami masih kembangkan kasus ini. Bukan tidak mungkin jumlah korban lebih dari yang diakui tersangka. Pengakuan tersangka ada delapan gadis jadi korban perkosaannya," terang Azi Pratas.

Atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat pasal 293 KUHP dan pasal 81 UU RI nomer 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Penulis: Sutono
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved