PROFIL Risa Santoso, Rektor Cantik Termuda di Indonesia, Lulusan S2 Harvard & Jadi Staf Kepresidenan

PROFIL Risa Santoso, Rektor Cantik Termuda di Indonesia, Lulusan S2 Harvard & Jadi Staf Kepresidenan.

Tayang:
Penulis: Aminatus Sofya | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM/AMINATUS SOFYA
Risa Santoso, Rektor cantik termuda di Indonesia dari Kota Malang 

PROFIL Risa Santoso, Rektor Cantik Termuda di Indonesia, Lulusan S2 Harvard & Jadi Staf Kepresidenan

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Risa Santoso baru saja dilantik sebagai Rektor di Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang pada 2 November 2019.

Momen ini menjadikan perempuan cantik berusia 27 tahun ini sebagai rektor termuda di Indonesia.

Sebelumnya, ia menjabat sebagai Direktur Pengembangan di Kampus Asia itu. 

Selain parasnya yang cantik, Risa ternyata mempunyai latar belakang pendidikan yang gemilang. Gelar sarjana ekonomi diperoleh Risa dari California University. Setelahnya, ia menempuh S2 pendidikan di Harvard Graduate School of Education.

Ingin tahu bagaimana kisah Risa hingga bisa menjadi Rektor? Simak wawancara eksklusif berikut ini:

Anda baru saja dilantik sebagai Rektor, bagaimana perasaan anda?

Saya lebih kepada kepikiran sih. Kepikiran nanti apabila sudah menjadi rektor itu tanggung jawabnya seperti apa sih. Lebih kepada kepikirannya.

Bagaimana ceritanya anda terpilih menjadi rektor? Sebelum menjadi rektor, apa jabatan anda?

Saya awal tahu bahwa nama saya masuk dalam daftar rektor itu kalau nggak salah awal bulan lalu. Kalau alasan pastinya memilih saya bisa ditanyakan ke pihak yayasan. Tapi sebelum ini saya sempat duduk di Badan Penjamin Mutu dan Direktur Pengembangan.

Kenapa mau dicalonkan sebagai rektor?

Kenapa mau? Hm memang tanggung jawabnya besar, tapi saya pikir visinya yayasan bagus karena ingin cepat masuk ke dunia digital bussiness. Jadi ya sudah saya bersedia.

Sejak kapan anda tertarik di dunia pendidikan?

Saya pertama dulu waktu kuliah S1 di Amerika sih. Jadi saya ambil ekonomi, minornya sama ngambil education. Kalau di Amerika itu temen-temen mungkin familiar dengan double major tapi kalau di tempat saya waktu itu namanya minor. Sewaktu di Amerika juga saya pernah ngajar di salah satu sekolah di dekat kampus gitu.

Banyak yang menganggap ‘enteng’ kinerja anda sebagai seorang rektor karena usia terlalu muda. Bagaimana tanggapan anda?

Saya menilai hal itu tidak usah didengarkan karena mereka bukan yang menjalani. Jadi terserah mereka mau menganggap enteng atau apa itu terserah mereka saja.

Setelah menjadi rektor, apa yang akan anda lakukan untuk kampus?

Untuk menganggakat institut ini saya akan lebih fokus ke dunia digital termasuk menguatkan sosial medianya karena sekarang sosial media kan yang paling kuat. Lalu saya juga akan berkoordinasi dengan dosen dan juga mahasiswa terkait masukan untuk pengembangan kampus.

Kabarnya anda pernah menjadi staf di Kantor Kepresidenan?

Betul. Saya sebelumnya memang bekerja di Kantor Kepresiden tahun 2015 sampai 2017. Waktu itu kepalanya masih pak Luhut. Saya berada di Deputi Isu-isu Strategis Ekonomi.

Bagaimana anda bisa masuk di Kantor Kepresidenan? Ditawari atau melamar?

Awalnya itu karena pak Luhut datang ke Amerika waktu saya masih di Harvard sih. Lalu dia seperti mengimbau gitu kepada banyak alumni Indonesia gitu supaya pulang dan bekerja di dalam negeri. Lalu saya sempat ngobrol sama salah satu deputi yang akhirnya jadi bos saya sih. (setelah tidak bekerja lagi di Kantor Kepresidenan, Risa lalu berpindah haluan menjadi dosen di Institut Asia)

Bagaimana respon keluarga terkait jabatan baru anda?

Untuk saat ini support keluarga bagus sih jadi mereka mendukung. Yang saya kaget itu banyak dosen-dosen yang mendukung jauh lebih banyak dari yang saya pikirkan. 

Anda viral di media sosial. Bagaimana tanggapannya?

Bagaimana tanggapan setelah viral? Saya capek hehe. Tapi semoga ini bisa menjadi momentum untuk institusi sendiri. Sesudah viral saya harus bekerja dengan lebih baik. Jadi tantangan tersendiri lah biar kedepannya bekerja lebih dari apa yang kita planningkan, bekerja lebih agar hasilnya lebih maksimal.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved