Angin Puting Beliung Terjang Desa di Bangkalan, Satu Orang Meninggal Dunia, 2 Warga Luka-luka
Angin puting beliung terjang desa di Bangkalan, satu orang meninggal. Dua lainnya luka-luka.
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Arie Noer Rachmawati
TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Hujan deras disertai angin kencang menerjang Dusun Larlar dan Dusun Bendheng Desa Tlagah Kecamatan Galis, Bangkalan, Minggu (24/11/2019).
Akibatnya, satu warga meninggal dunia dan dua orang menderita luka.
Data yang dihimpun dari Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan menyebutkan, korban meninggal dunia atas nama Mahmudah (18).
• Hujan & Angin Puting Beliung Landa Bojonegoro, Empat Rumah & Balai Desa Hingga Tower Rusak Berat
Kepala BPBD Kabupaten Bangkalan Rizal Morris mengungkapkan, korban baru saja pulang sekolah dan tidak sempat menyelamatkan diri.
"Ia tertimpa reruntuhan rumah. Sedangkan dua anggota keluarganya, yakni Sumairah (35) dan Bi'a (80) menderita luka ringan," ungkap Rizal kepada Surya (grup TribunJatim.com).
Ia menjelaskan, rumah korban adalah bangunan semi permanen yang baru selesai dibangun sekitar tujuh bulan lalu.
• Hujan & Angin Kencang di Malang, Mobil Suzuki Ertiga & Gerobak Cilok Hancur Tertimpa Pohon Tumbang
"Mereka bertiga tinggal satu rumah. Dua korban luka itu sempat diselamatkan para tetangga," jelasnya.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bangkalan, Agen Bencana BPBD Provinsi Jatim, Bupati Bangkalan, Camat Galis, Kepala Desa Tlagah, Personil
Koramil Galis, dan Personil Polsek Galis baru saja seusai melakukan Assesment pada pukul 20.00 WIB di lokasi kejadian.
"Puting beliung terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Kami sudah menginventarisir di lokasi-lokasi kejadian," ujarnya.
• Hujan & Angin Kencang Guyur Kota Malang, Tiga Pohon Tumbang di Pasar & Jalan, Arus Lalin Terganggu
Angin puting beliung menerjang dua dusun di Desa Tlagah itu ketika kondisi hujan deras selama 30 menit.
Selain menyebabkan seorang warga meninggal dan dua orang lainnya menderita luka, terjangan puting beliung juga menyebabkan 23 unit rumah porak poranda, 3 dapur, dan dua sepeda motor rusak.
"Bupati Bangkalan datang memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia," kata Rizal.
• 4 Kecamatan di Sampang Berpotensi Besar Kena Angin Puting Beliung di Musim Pancaroba
BPBD Bangkalan memberikan bantuan kepada para korban lainnya berupa terpal, tikar, dan selimut masing-masing dua lembar.
Termasuk satu boks peralatan dapur, satu boks perlengkapan makan, dan satu boks family kids.
"Kami terus mengimbau masyarakat untuk selalu waspada ketika terjadi hujan lebat yang disertai dengan angin kencang," pungkasnya. (Surya/Ahmad Faisol)
Pada hari yang sama, angin kencang juga menerjang Bojonegoro.
Hujan deras disertai angin puting beliung terjadi di Kabupaten Bojonegoro, Minggu (24/11/2019), sekitar pukul 17.00 WIB.
Hujan dan angin yang mengguyur Kota Ledre (sebutan Bojonegoro) itu membuat rumah, balai desa dan satu tower roboh.
Sekretaris BPBD Bojonegoro Nadif Ulfia mengatakan, hujan dan puting beliung membuat empat rumah rusak berat dan satu rusak ringan.
Di antaranya rumah Sarwan, Rusmini di Desa Sendangrejo, dan Kurhadi Desa Kacangan, Kecamatan Tambakrejo.
Lalu ada rumah milik Sani di Desa/Kecamatan Ngambon. Kemudian ada satu rumah rusak ringan milik Japran Desa Turi, Kecamatan Tambakrejo.
"Empat rumah rusak berat dan satu rusak ringan," ujar Ulfia kepada wartawan.
Dia menjelaskan, selain rumah ada fasilitas umum pelayanan berupa kantor balai desa Bondol, Kecamatan Ngambon yang rusak berat.
Kemudian ada juga satu tower milik Kominfo di Balai Desa Soko, Kecamatan Temayang.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, pihak BPBD masih melakukan pendataan dan koordinasi dengan perangkat terkait serta warga setempat.
"Tidak ada korban jiwa, hanya saja masih dilakukan pendataan, termasuk kerugian material masih dalam proses hitung," pungkasnya. (Surya/M Sudarsono)