Laba Bersih Naik 88,9 Persen, Mie Gemez Enaak yang Diproduksi Siantar Top Sangat Digemari di Korea

Laba Bersih Naik 88,9 Persen, Mie Gemez Enaak yang Diproduksi Siantar Top Sangat Digemari di Korea

Laba Bersih Naik 88,9 Persen, Mie Gemez Enaak yang Diproduksi Siantar Top Sangat Digemari di Korea
TRIBUNJATIM/MUJIB ANWAR
Jajaran direksi PT Siantar Top menunjukkan produk mie dan makanan ringan yang sangat diminati pasar domestik dan luar negeri, saat paparan publik, Jumat (20/12/2019) di Surabaya. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Mie Gemez Enaak yang diproduksi oleh PT Siantar Top Tbk, produsen makanan ringan asal Sidoarjo ternyata sangat digemari di Korea Selatan.

Hal ini disampaikan oleh Direktur PT Siantar Top Tbk Suwanto, Jumat (20/12/2019).

Menurut Suwanto, Mie Gemez Enaak sangat digemari di Korea. Setelah itu, disusul oleh beberapa varian dari produk mie lainnya.

"Tapi Gemez Enaak memang sangat kuat di Korea," tegasnya, saat paparan publik di Surabaya.

Tak hanya Korea, produk mie PT Siantar Top Tbk juga kuat dan digemari di Taiwan dan berbagai negara lainnya.

"Makanya, untuk pasar internasional fokus kami adalah negara Asia dan Timur Tengah. Setelah itu, baru Afrika dan negara lainnya," jelas Suwanto.

Namun secara keseluruhan, kontribusi pasar ekspor terhadap penjualan perseroan baru 10 persen. 90 persen sisanya masih didominasi pasar domestik.

"Meski demikian, tahun 2019 ini baik pasar domestik maupun ekspor sama-sama tumbuh sekitar 25 persen," bebernya.

Direktur Utama PT Siantar Top Tbk Agus Suhartanto menambahkan, berdasarkan kinerja perusahaan mulai bulan September 2018 hingga September 2019, penjualan bersih naik 26,73 persen dari Rp 2 triliun menjadi Rp 2,5 triliun.

Dari total penjualan berbagai makanan ringan tersebut, kontribusi produk jenis mie 27 persen, biskuit dan wafer 25 persen, kerupuk 36 persen, dan non produk 12 persen.

Naiknya penjualan ini berdampak pada naik tajamnya laba bersih. Yakni, dari Rp 199,6 miliar pada September 2018, naik menjadi Rp 377,1 miliar pada September 2019.

"Jadi, laba bersih naik sebesar 88,91 persen," tegasnya.

"Kenaikan laba bersih tersebut, sesuai dengan target yang kita patok, yaitu tumbuh lebih dari 20 persen," imbuhnya.

Dengan trend positif tersebut, Agus Suhartanto optimis hingga akhir tahun 2019 perseoran dapat mencapai target penjualan sebesar Rp 3,5 triliun.

Untuk mencapai target itu, strategi yang akan dipakai adalah dengan membuat inovasi dan diversifikasi produk, melakukan penetrasi pasar luas, dan memperluas pasar kerjasama dengan mitra lokal alias domestik dan luar negeri. (*)

Editor: Mujib Anwar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved