Liga Indonesia

Perseru Badak Lampung Drop Karena Persebaya Surabaya Dapat Pinalti

Laga melawan Persebaya Surabaya vs Perseru Badak Lampung terjadi dalam laga pekan ke-34 Liga 1 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Sabtu (21/1

Perseru Badak Lampung Drop Karena Persebaya Surabaya Dapat Pinalti
TRIBUN TIMUR/MUH ABDIWAN
Skuat Perseru Badak Lampung FC pada laga lawan PSM Makassar, 24 Mei 2019. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Ndaru Wijayanto.

 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Perseru Badak Lampung menutup musim Liga 1 2019 dengan hasil negatif setelah takluk saat bermain di markas Persebaya Surabaya.

Laga melawan Persebaya Surabaya vs Perseru Badak Lampung terjadi dalam laga pekan ke-34 Liga 1 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Sabtu (21/12/2019).

Dalam laga itu, Perseru Badak Lampung yang musim depan harus berkompetisi di kasta kedua usai terdegradasi dari Liga 1 musim ini takluk 1-2 dari Persebaya.

Padahal tim tamu sempat unggul lebih dulu dari Persebaya setelah mencetak gol dari skema serangan balik yang di tuntaskan menjadi gol oleh Aulia (58).

Tapi Persebaya bisa bangkit dan berbalik unggul setelah bomber asal Brazil David da Silva bisa mencetak dua gol ke gawang lawan pada menit ke-69 dan 85.

Aji Santoso Beberkan Kunci Kemenangan 2-1 Persebaya Atas Perseru Badak Lampung FC

Waspadai Ular Kobra di Pemukiman, Damkar Trenggalek Evakuasi Tiga Ekor Korbra Sepekan Terakhir

Pelaku Pembacokan di Taman Sidoarjo Berhasil Ditangkap di Trenggalek

Kiper Badak Lampung Dikri Yusron menyebut timnya mulai drop setelah Persebaya mendapat tendangan pinalti yang membuat skor sempat imbang 1-1.

"Babak kedua kita sempat unggul dan percaya diri, tapi kemudian mereka dapat pinalti yang membuat konsentrasi pemain kita turun," ujar Dikri Yusron, Sabtu (21/12/2019).

Dikri Yusron, juga menceritakan aksi protesnya kepada wasit terkait eksekusi pinalti dari David da Silva karena ada gerakan berhenti sebelum menendang.

"Saya sedikit bicara wasit, saya lihat sebelum David tendang bola, ada gerakan berhenti dulu. Tapi pada akhirnya keputusan ada di wasit dan saya sebagi kiper harus terima dengan putusan itu," jelasnya.

Penulis: Ndaru Wijayanto
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved