Pertengahan November 2019, Neraca Perdagangan Jatim Mengalami Defisit Sebesar 463,26 Juta Dolar

BPS Jatim melaporkan data bahwa neraca perdagangan Jawa Timur pada pertengahan kuartal 4 2019 atau November mengalami defisit sebesar USD 463,26 juta.

Pertengahan November 2019, Neraca Perdagangan Jatim Mengalami Defisit Sebesar 463,26 Juta Dolar
(SHUTTERSTOCK)
Ilustrasi ekspor dan impor. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - BPS Jatim melaporkan data bahwa neraca perdagangan Jawa Timur pada pertengahan kuartal 4 2019 atau November mengalami defisit sebesar USD 463,26 juta.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Satrio Wibowo selaku Kabid Distribusi Statistik BPS Jatim.

"Neraca perdagangan Jawa Timur selama bulan November 2019 mengalami defisit sebesar USD 463,26 juta pada bulan November 2019," kata Satrio Wibowo, Selasa (24/12/2019) saat dikonfirmasi di Surabaya.

Satrio Wibowo menyebut, defisit tersebut tercipta karena terjadi selisih perdagangan yang negatif pada sektor nonmigas maupun sektor migas.

Kecelakaan Maut di Pasuruan Tewaskan 7 Orang, Polda Jatim Ungkap 3 Penyebab Kecelakaan

Aji Santoso Pelatih Persebaya Surabaya Ingin Melupakan Sepak Bola untuk Sementara Waktu

"Defisit di bulan November 2019 terjadi disebabkan karena adanya selisih perdagangan yang negatif pada sektor nonmigas maupun sektor migas, sehingga secara agregat neraca perdagangan menjadi minus," ujarnya

Pada bulan November 2019, sektor nonmigas mengalami defisit sebesar USD 164,71 juta dan sektor migas mengalami defisit sebesar USD 298,54 juta.

Aji Santoso Pelatih Persebaya Surabaya Ingin Melupakan Sepak Bola untuk Sementara Waktu

Gagasan Bupati Pamekasan Munculkan Pengusaha Muda, Sudah Ada Pemuda yang Produksi Sepatu Kekinian

Satrio Wibowo selaku Kabid Distribusi Statistik BPS Jatim melaporkan bahwa pada November 2019, Jawa Timur alami defisit sebesar USD 463,26 juta.
Satrio Wibowo selaku Kabid Distribusi Statistik BPS Jatim melaporkan bahwa pada November 2019, Jawa Timur alami defisit sebesar USD 463,26 juta. (TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH)

"Sedangkan, jika berdasarkan data secara kumulatif, selama Januari-November 2019, neraca perdagangan Jawa Timur masih mengalami defisit sebesar USD 2,73 miliar.

Hal ini disumbangkan oleh defisit sektor migas sebesar USD 3,10 miliar walaupun sektor nonmigas justru kinerjanya positif dengan surplus sebesar USD 373,52 juta. Surplus sektor nonmigas ini perlu lebih ditingkatkan supaya bisa menekan atau mengurangi defisit dari sektor migas," tutup Satrio Wibowo.

Satu Pemain Asing Persela Butuh Istirahat Setelah Mengantarkan Timnya Bertahan di Liga 1 2019

Baliho Dukungan untuk Whisnu Sakti Buana Bertebaran di Surabaya

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Elma Gloria Stevani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved