Puluhan Buruh Geruduk Kantor Pemkab Gresik, Tolak Pemberlakuan Sistem Kerja ala Omnibus Law

Puluhan Buruh Geruduk Kantor Pemkab Gresik, Tolak Pemberlakuan Sistem Kerja ala Omnibus Law.

Penulis: Sugiyono | Editor: Sudarma Adi
SURYA/SUGIYONO
Massa buruh di Gresik unjuk rasa di Kantor Pemkab Gresik, Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo Gresik, Senin (13/1/2020). 

Puluhan Buruh Geruduk Kantor Pemkab Gresik, Tolak Pemberlakuan Sistem Kerja ala Omnibus Law

TRIBUNGRESIK.COM, GRESIK - Aliansi serikat pekerja di Gresik yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) unjuk rasa di Kantor Pemkab Gresik, Senin (13/1/2020).

Mereka menuntut menolak pemberlakuan sistem kerja secara Omnibus Law. Sebab, dikhawatirkan akan menghapus hak-hak pekerja yang sudah tetap.

Para serikat pekerja dari KSN (Konfederasi Serikat Nasional) dan SPBI Kasbi Kabupaten Gresik, berkumpul di terminal Bunder, Gresik. Kemudian, berjalan menuju kantor Pemkab Gresik dengan mengendarai motor.

Gelagat Aneh Pemuda Gresik itu Sebelum Bunuh Diri, Tiba- tiba Sering ke Pondok Pesantren

Diduga Konsleting Listrik, Pasar Tradisional di Menganti Gresik Terbakar

Proses Pencarian Pemuda yang Lompat dari Jembatan Sembayat Gresik Dilakukan Besok

Satu tuntutan massa serikat pekerja di Gresik yaitu tolak Omnibus law.

Penolakan itu dikawatirkan akan mengakibatkan rawan pemutusan hubungan kerja (PHK), tidak ada jaminan kerja sampai pensiun, upah lebih murah dibawah upah minimum kota (UMK).

Selain itu, dampak Omnibus Law yaitu nilai pesangon dikurangi, sanksi pidana bagi pengusaha ditiadakan, rawan perampasan lahan demi investor dan Amdal ditiadakan.

"Sehingga dengan akan diberlakukan sistem kerja secara Omnibus Law ini akan merugikan masyarakat. Kita akan ajak masyarakat untuk ramai-ramai menghapus rencana pemberlakuan Omnibus Law tersebut," kata Saifuddin, Ketua SPBI Kasbi Gresik.

Sampai saat ini, massa masih berkumpul di Terminal Bunder Gresik untuk menggalang massa menuju Kantor Pemkab Gresik.

Harapannya, aspirasi ini akan disampaikan kepada pemerintah pusat, sehingga Omnibus Law ini tidak diberlakukan.

"Kita berharap kepada pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Gresik untuk menyampaikan aspirasi ini kepada pemerintah pusat, sehingga masyarakat Gresik yang bekerja di perusahaan dapat mendapatkan hak-haknya sesuai amanah Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan," katanya

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved