E-TLE Resmi Diterapkan di Surabaya, Begini Kata Wali Kota Surabaya Risma
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau e-tilang dapat menjawab kekhawatiran
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Yoni Iskandar
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau e-tilang dapat menjawab kekhawatiran dirinya terkait kecelakaan di Kota Surabaya.
Risma menyebut sebelumnya hampir setiap hari dirinya mendapati laporan terjadi kecelakaan di Surabaya.
"Setiap hari lebih dari sepuluh (insiden) kecelakaan ada di Surabaya, tiap dua hari ada yang meninggal karena kecelakaan itu," kata Risma, Kamis (16/1/2020).
Selain perihal banyaknya kecelakaan, Risma juga sempat khawatir terkait terjadinya tindak kejahatan seperti penculikan anak di Surabaya.
Risma menegaskan Surabaya telah siap dengan penerapan E-TLE yang secara resmi diberlakukan mulai hari ini.
Menurut Risma di Surabaya sudah banyak kamera yang terpasang.
• Tragis, Pemuda di Lumajang ini Perkosa Neneknya Sendiri
• Belum Ada Kepastian Hukum, Kasus Putra Kiai Jombang Cabuli Santriwati Dilimpahkan ke Polda Jatim
• Gadis di Pasuruan Dijual Calon Suaminya, Fotonya Diposting di Akun Facebook, Lihat Nasibnya Kini
"Kelebihan kamera lalu lintas kami, kecepatan 400 km/jam kami masih bisa menangkap siapa yang mengemudikan. untuk kamera keamanan kecepatannya 80 km/jam kami bisa menangkap," terang Risma.
Selain dapat menangkap identitas seseorang, kamera ini juga dapat membaca gerak gerik seseorang yang mencurigakan.
Data itu langsung terhubung dengan data kependudukan seluruh Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/wali-kota-surabaya-tri-rismaharini-saat-memberikan-pengarahan.jpg)