Berita Arema FC

Sempat Kehilangan Karakter Main Arek Malang, Arema FC Diyakini Kembali Bangkit di Tangan Mario Gomez

Mario Gomez diyakini bisa mengembalikan karakter Arema FC yang sempat hilang beberapa musim terakhir.

Sempat Kehilangan Karakter Main Arek Malang, Arema FC Diyakini Kembali Bangkit di Tangan Mario Gomez
TRIBUNJATIM.COM/HAYU YUDHA PRABOWO
Pelatih Arema FC, Mario Gomez, memberikan instruksi pada Kushedya Hari Yudo, dalam latihan Arema FC di Stadion Gajayana Malang, Jumat (17/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Dya Ayu

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pelatih Arema FC, Mario Gomez, diyakini bisa mengembalikan karakter Arema FC yang sempat hilang beberapa musim terakhir.

Hal itu seperti yang dikatakan, General Manager Arema FC, Ruddy Widodo.

Ruddy Widodo mengatakan, dalam dua musim terakhir, saat dilatih Milan Petrovic dan Milomir Seslija, Singo Edan sempat kehilangan karakter bermain 'arek Malang', yang terkenal ngotot dan ngeyel.

Musim ini Dikabarkan Tanpa Piala Presiden, Uji Coba Bisa Jadi Solusi Arema FC Pantau Kesiapan Tim

Kembali Reuni di Persebaya Surabaya, Aji Santoso Puji Hambali Tolib Pemain Potensial

Namun pihaknya meyakini, pelatih asal Argentina itu akan dapat mengembalikan karakter Arema FC.

Hal ini terlihat dari metode latihan yang diterapkan Mario Gomez, termasuk memberlakukan hukuman denda bagi para pemain dan staf pelatih yang bandel.

"Atmosfer latihan sekarang sudah jelas berbeda dari sebelum-sebelumnya. Metode melatihnya saja sudah berbeda. Pemain tidak mengeluh. Tidak melulu ke tempat gym. Ada pemusatan latihan, dan recovery fisiknya itu bertahap," kata Ruddy Widodo pada TribunJatim.com, Jumat (24/1/2020).

"Selain itu, hal yang hilang di dua musim terakhir ini ialah karakter. Alhamdulillah karakter Aremanya dan ngototnya saya lihat sudah mulai bangkit," lanjutnya.

Hentikan Perburuan, Aji Santoso Pastikan Persebaya Surabaya Tak Akan Tambah Pemain Lagi

6 Stadion yang Ditunjuk FIFA Jadi Venue Piala Dunia U-20 2021, Ada Gelora Bung Tomo Surabaya

Manajemen berharap, dengan staf pelatih pilihan yang terdiri dari perpaduan Amerika Latin dan Indonesia, akan dapat menghasilkan prestasi tim hingga ke level Asia seperti target dari manajemen untuk musim 2020.

"Mudah-mudahan saja. Makanya inilah alasan mengapa kami datangkan Mario Gomez. Salah satunya untuk mengembalikan karakter Malang. Karakter yang tidak mudah menyerah, fighting spirit tinggi. Ibaratnya itu, bola boleh lewat, orangnya jangan. Dan kami akui, memang sebelumnya hilang di dua musim terakhir. Semoga kembali lagi," jelasnya.

Pemain Arema FC, Oh In Kyun, berusaha mengecoh bola Utam Rusdiana dalam pemusatan latihan Arema FC di Lapangan Kusuma Agrowisata Kota Batu, Senin (20/1/2020).
Pemain Arema FC, Oh In Kyun, berusaha mengecoh bola Utam Rusdiana dalam pemusatan latihan Arema FC di Lapangan Kusuma Agrowisata Kota Batu, Senin (20/1/2020). (TRIBUNJATIM.COM/HAYU YUDHA PRABOWO)

Saat ini, tim masih menjalani pemusatan latihan di Kusuma Agrowisata Kota Batu, Jawa Timur.

Pemusatan digelar pada 19-25 Januari.

Agen Blak-blakan Ungkap Evan Dimas dan Andik Vermansah Belum Pernah Terima Tawaran dari Persebaya

Terus Bergeliat di Bursa Transfer, Persik Kediri Berburu Pemain Lokal, Termasuk Samsul Arif Munip

Selain untuk meningkatkan kondisi, pemusatan latihan juga untuk membangun chemistry pemain, yang diakui Mario Gomez tak bisa dibentuk dalam waktu singkat.

"Tim ini rata-rata seluruh komponennya baru. Banyak pemain baru. Sehingga normalnya terbentuk sekitar enam bulan. Kami percaya proses dan semuanya harus step by step," ujar Mario Gomez.

Editor: Dwi Prastika

Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved