Lima DPO Pembunuh Mad Mola Yang Dibuang di Tol Kebomas Gresik Masih Berkeliaran

28 Desember 2019 menjadi hari terakhir Mad Mola alias Muhammad Mulla warga Desa Ketapang Timur, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura

Lima DPO Pembunuh Mad Mola Yang Dibuang di Tol Kebomas Gresik Masih Berkeliaran
TribunJatim.com
Foto-foto terbaru kasus mayat pria misterius bawa jimat yang ditemukan di selokan Tol Kebomas 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK – 28 Desember 2019 menjadi hari terakhir Mad Mola alias Muhammad Mulla warga Desa Ketapang Timur, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura menghembuskan nafas terakhir di Kabupaten Gresik.

Jasadnya di buang di tol Kebomas, Kabupaten Gresik. Polisi baru menangkap dua dari tujuh pelaku pembunuhan tersebut.

Lima orang masuk dalam daftar pencarian orang. Hingga saat ini polisi masih mencari lima pelaku pembunuhan Mad Molla seorang petani yang kedapatan menghamili tetangganya, istri seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) berinisial J yang saat ini masih bebas keliaran.

J yang merupakan suami sah dari S, seorang wanita yang berbadan dua mengandung lima bulan anak Mad Mola merupakan dalang dari pembunuhan. J bersama enam orang yang merupakan saudaranya merancang pembunuhan Mad Mola.

Diketahui, aksi pembunuhan itu didalangi oleh rasa sakit hati. J yang bekerja di Malaysia sebagai TKI selama 2 tahun ini tidak terima mendengar istrinya hamil dengan laki-laki lain.

TERJAWAB Misteri Mayat Tertelungkup di Tol Kebomas Sambil Bawa Jimat, Dendam Asmara Istri Dihamili

BREAKING NEWS - Seorang Pria Tewas Tertabrak Kereta Api Dhoho Penataran

Ancaman Serius Sunda Empire untuk Negara yang Tak Mau Daftar Ulang Agustus Nanti: Indonesia Juga

Kemudian pada bulan November. Ternyata korban mengetahui kedatangan J, sehingga langsung pergi dari Sampang dan sembunyi di Gresik.

Dua orang bertugas menjemput korban yang sembunyi di Gresik. Setelah berhasil dibawa keluar kos, Mad Mola dibawa ke tol Manyar – Kebomas menggunakan mobil. Disana Mad Mola dioper ke mobil toyota Avanza yang berisi lima orang pelaku dan salah satunya adalah J.

Mad Mola yang duduk di kursi tengah langsung dihajar dan lehernya diikat tali tampar berwarna biru sepanjang dua meter. Kemudian dibuang di tepi jalan tol Kebomas bersama sejumlah jimatnya.

Dua orang berhasil diamankan polisi pada Selasa 7 Janari 2020 adalah Sugiyanto warga Dusun Kembang Timur, Desa Ketapang Timur, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang dan Abdul Rohman yang diamankan Korps Bhyangkara di Jalan Kedondong No. 2 Desa Waturejo, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Waringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah.

Polisi merilis kedua tersangka yang bertugas sebagai sopir saat mengeksekusi korban pada Kamis (9/1/2020) mereka dijerat dengan Pasal 340 Subsider 338 dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup.

Sedangkan lima orang lainnya ditetapkan sebagai DPO adalah J,AW, MR, M dan MR.

“Masih belum ada lagi, masih kami deteksi keberadaan DPO lainnya,” ujar Kasat Reskrim Polres Gresik, AKP Panji Prastistha Wijaya, Sabtu (25/1/2020).

Pihaknya sudah mencari keberadaan lima pelaku DPO yang merupakan masih saudara dekat dari J. Baik itu di Sampang ataupun wilayah lainnya. J sendiri yang bekerja sebagai TKI di Malaysia belum diketahui dimana keberadaannya. Apalagi, istrinya S tengah menginjak usia kandungan enam bulan.

Korps Bhayangkara melacak keberadaan pelaku tidak hanya di Pulau Madura atau Jawa Timur saja. Bahkan menggandeng pihak imigrasi untuk mencari keberadaan para pelaku yang bekerja sebagai TKI di luar negeri untuk menghilangkan jejak.

“Sementara hasil koordinasi kami dengan imigrasi belum ada atas nama tersebut yang melintas keluar Indonesia,” pungkasnya kepada Tribunjatim.com. (wil/Tribunjatim.com)

Penulis: Willy Abraham
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved