IT Telkom Surabaya, ITS dan Motorola Solutions Foundation Gelar Pelatihan NVDA Untuk Difabel
IT Telkom Surabaya, ITS Surabaya, dan Motorola Solutions Foundation menggelar pelatihan NVDA (Non Visual Dekstop Access) untuk difabel tuna netra.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - IT Telkom Surabaya, ITS Surabaya, dan Motorola Solutions Foundation menggelar pelatihan NVDA (Non Visual Dekstop Access) untuk difabel tuna netra.
Sistem NVDA yaitu bagaimana mengoperasikan laptop dengan bantuan suara baik bahasa Inggris atau bahasa Indonesia.
Sedangkan untuk mesin cetak huruf braille mengggunakkan MBC sehingga apabila ditekan print maka tampilan kertas secara otomatis menampilkan huruf braille.
Hadir ketua Yayasan dari SLB Aisyiyah Ponorogo, Lisselaku dan Kepala Sekolah SLB Aisyiyah spesialis tuna netra, ibu Wahyu serta jajaran dari dinas Pendidikan kota Ponorogo.
Pelatihan bertema Workshop on Using Braille Embosser and Text Editor Software for the Blind and Visual Impairment Students, dijembatani oleh Komunitas Gapai Indonesia yang bergerak di bidang kesadaran masyarakat terhadap anak-anak difabel, dimana salah satu Duta Difabel Gapai, Anfazul F Azizah yang terpilih mewakili Jawa Timur di Tingkat Nasional, merupakah salah satu volunter yang menjadi peserta workshop.
• Jadi Bintang Tamu di Spekta Show Top 6 Indonesian Idol, Marion Jola Raih Penghargaan 8 x Platinum
• Istri Lengah, Pria di Trenggalek Setubuhi Tetangganya di Rumah Mertua, Korban Masih 17 Tahun
• Pembunuhan Sadis Pasutri Pengusaha Tuban, Kepala Dipukul Pakai Paving, Terdakwa Divonis Seumur Hidup
Pelatihan NVDA diikuti oleh 8 perwakilan mahasiswa dan mahasiswi dari masing-masing prodi yaitu Sistem Informasi, Teknik Industri, Teknologi Informasi, RPL, Teknik Telekomunikasi, Teknik Komputer dan Teknik Elektro.
Kegiatan ini didampingi langsung oleh Wakil Rektor 1 ITTelkom Surabaya Dr. Tri Arief Sardjono, S.T., M.T sekaligussebagai Project Leader didampingi Dr. Ir. Hendra Kusuma, M.Eng., Sc dan Ir. Tasripan MT dari ITS, serta dibantu 2 dosen dari FTII dan FTE; Anfazul F. Azizah, S. Kom., M. Kom dan Nilla Rachmaningrum, S.T., M.T,
Project Leader Dr. Tri Arief Sardjono, S.T., M.T mengatakan, bahwa selama kurang lebih empat hari mulai Kamis (23/1/2020) hingga Minggu (26/1/2020), pihaknya telah melakukan pelatihan di SLB Aisyiyah Ponorogo.
• Kepergok Curi Perangkat Wifi, Pria Tulungagung Diminta Korban Kembalikan Barang, Kabur ke Surabaya
• Penyandang Disabilitas asal Trenggalek Bertekat Keluar Secara Mandiri Dari Penerima PKH
• Jeritan Histeris Wanita di Malang Saat ke Kos, Alami Hal Tak Senonoh dari Pria, Wajah Pelaku Terkuak
"Dengan total peserta kurang lebih 18 orang. Disamping itu juga melakukan persiapan, seperti memastikan bahwa mesin cetak sudah terpasang serta memastikan ketersediaan jumlah laptop yang digunakan selama pelatihan," kata Tri Arief, Selasa (27/1/2020).
Anak-anak penyandang tuna netra ini langsung diperkenalkan secara satu persatu bagaimana menggunakan tombol aplikasi sehingga dapat dengan mudah menyesuaikan.
"Selanjutnya memastikan para siswa untuk bisa mencetak huruf braille dengan menggunakan mesin MBC," tambah Tri Arief.
Pada hari terakhir, para siswa dilakukan pegujian secara satu persatu tanpa didampingi para volunter. “Hal ini diharapkan memastikan apa yang sudah kita ajarkan bahwa sudah 100 persen diterima dan berhasil dilakukan oleh para siswa," jelas Tri Arief.
Kegiatan ini merupakan bukti bahwa Kampus ITTelkom Surabaya sangat ramah kepada para difabel. Sehingga tidak menutup kemungkinan di semester depan akan merekrut anak-anak berkebutuhan khusus atau difabel untuk melanjutkan study di ITTelkom Surabaya.
Bukan tidak mungkin, karena hal ini diperkuat dengan adanya judul Topik disertasi S3 salah satu dosen yang mengajar di ITTelkom Surabaya, Anfazul F. Azizah berjudul Perancangan Interaksi Anak Autis.
"Kedepan kami sangat berharap akan ada banyak volunter yang ikut serta dalam kegiatan ini," tandas Arif.
Pada kesempatan itu juga ditandatangani MoU kerja sama antara SLB Aisyiyah Ponorogo dan ITTelkom Surabaya.(Sri Handi Lestari/Tribunjatim.com)