Unair dan Kobe University Temukan Alat Pendeteksi Virus Corona, Identifikasi Hanya Hitungan Jam

Unair dan Kobe University Temukan Alat Pendeteksi Virus Corona, Identifikasi Hanya Hitungan Jam.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Sudarma Adi
Gambar oleh Arek Socha dari Pixabay
(ILUSTRASI) 4 Wabah Mematikan yang Terjadi di China dan Tersebar ke Seluruh Dunia Selain Virus Corona 

Unair dan Kobe University Temukan Alat Pendeteksi Virus Corona, Identifikasi Hanya Hitungan Jam

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Universitas Airlangga dan Kobe University telah berhasil berkolaborasi menemukan alat pendeteksi atau reagen Novel Corona Virus.

Permasalahan terkait ketersediaan alat pendeteksi novel corona virus (2019-nCov) yang ada di Indonesia ini sempat menjadi kekhawatiran oleh masyarakat.

Selain di Unair, reagen ini juga telah dimiliki Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Balitbangkes.

Masuki Tahap Verifikasi, Pilrek Unair Diikuti 12 Calon, Semua Calon Bakal Lewati Seleksi Ketat

Tak Lepas Hobi Bermusik, Mahasiswi Teknik Kesehatan Gigi Unair Jadi Diri Sendiri dengan Passion

Perawat Medis Pasien Virus Corona Ramai-ramai Potong Rambutnya, Ada Alasan Mengharukan di Baliknya

Rektor Unair Prof Moh Nasih mengungkapkan reagen ini dapat mengidentifikasi pasien yang sudah disuspect terjangkit virus corona berasal dari Wuhan ini.

"Masyarakat yang ingin kepastian, bisa memanfaatkan lembaga kmi untuk mengkonfirmasi ada atau tidaknya

Identifikasinya tidak lama, hanya dalam hitungan jam, tetapi mekanisme sudah sesuai dengan standar kesehatan dunia World Health Organization (WHO).

Dengan identifikasi secara spesifik ini, Prof Moh Nasih berharap ke depannya dapat menghasilkan riset penanganan dan pencegahan akan virus ini.

"Sekarang di Indonesia mau menemukan obatnya masih susah karena kami belum mengetahui jenis mutasi virus ini seperti apa,"urainya.

Prof Moh Nasih menegaskan akurasi reagen ini mencapai 99 persen. Pasalnya ada parameter reagen yang berasal dari parameter positif tertular virus.

"Jadi pemeriksaannya dari dahak, kalau memang hasilnya sama dengan parameter yang positif maka akan dilakukan penanganan khusus,"lanjutnya.

Penanganan khusus ini, dikatakannya termasuk kesediaan tim khusus dan ruang isolasi di RS Unair dan RSUD Dr Soetomo.

"Kalau ada suspect bisa dibawa ke Unair, yang dari RSUD Dr Soetomo sebelumnya juga dibawa ke Unair, meskipun masih memakai reagen yang lama,"urainya.

Kemampuan Unair dalam menemukan reagen ini tak lepas dari akses Kobe University dan relasi di Jerman dalam mengakses data dan gen virus Novel Corona dari bank virus.

"Bahan untuk membuat reagen ini baru Sabtu (1/2/2020) datang di Unair setelah disiapkan di Kobe university. Sebelumnya kami masih memakai kit deteksi yang lama,"ujarnya.

Penulis : Sulvi Sofiana

Editor : Sudarma Adi

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved