Taiwan Tourism Workshop, Sajikan Ragam Keunikan dan Keindahan Klasik Wisata Taiwan

Taiwan Tourism Workshop digelar oleh delegasi Pariwisata Taiwan di Sheraton Surabaya Hotel, Rabu (26/2/2020).

Tayang:
Penulis: Melia Luthfi Husnika | Editor: Yoni Iskandar
Melia Lthfi/Tribunjatim
Director General Taipei Economic and Trade Office in Surabaya, Lin, Dean-Shiang Lin, Dean-Shiang saat memberikan sambutan di acara Taiwan Tourism Workshop di Sheraton Surabaya Hotel, Rabu (26/2/2020) malam. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Taiwan Tourism Workshop digelar oleh delegasi Pariwisata Taiwan di Sheraton Surabaya Hotel, Rabu (26/2/2020).

Taiwan Tourism Workshop yang digelar kali ini menonjolkan tema tahun 2020, yakni wisata pegunungan.

Dalam gelaran workshop tersebut, dipersiapkan pula informasi dan produk wisata terbaru untuk mengeksplorasi keindahan wisata Taiwan.

Setelah tema penjelajahan kota kecil di tahun 2019 yang menghadirkan 30 kota kecil unik, tahun ini Taiwan Tourism kembali mempromosikan kota kecil 2.0.

Kota kecil 2.0 tersebut merupakan hasil seleksi dari 30 kota kecil klasik yang dipadukan dengan tema wisata pegunungan yang diangkat tahun 2020.

Director General Taipei Economic and Trade Office in Surabaya, Lin, Dean-Shiang mengatakan, digelarnya workshop tersebut sebagai upaya pemerintah Taiwan untuk mengenalkan ragam wisata dan kebudayaan yang belum tereksplore.

Menurutnya, Taiwan memiliki segudang wisata nan indah dan ragam kebudayaan unik yang sayang jika dilewatkan.

Ia menuturkan, Taiwan menjadi salah satu dari 20 tempat wisata yang harus dikunjungi. Keindahan alam pegunungan di Taiwan menempati urutan ketiga dalam majalah Global Traveler.

"Taiwan sangat indah dan menarik. Tapi karna saya sebagai orang Taiwan, jadi banyak yg tidak percaya. Namun banyak traveler yang bepergian kesana dan memberikan argumen mengenai keindahan Taiwan," kata dia saat menghadiri acara workshop, Rabu (26/2/2020).

Ia mencontohkan, seorang bloger asal Ceko yang bernama Veronica. Bloger tersebut sudah berkunjung ke beberapa negara di dunia dan menuliskan kisah perjalananannya, termasuk Taiwan.

Veronica menuliskan ketertarikannya terhadap wisata dan kebudayaan di Taiwan. Bahkan, menurut Lin, Dean-Shiang, Veronica mengatakan negara favorit yang ingin ia kunjungi lagi dan lagi adalah Taiwan.

Tak Mau Berandai-andai, Aji Santoso Enggan Pastikan Abduh Lestaluhu Turun Saat Persebaya Vs Persik

Totok Bunuh Ibu Mertuanya Karena Pinjam Uang Tak Dikasih

Daftar 3 Mall Baru di Surabaya Segera Buka 2020, Persaingan Makin Ketat, Pengelola Dituntut Kreatif

"Misal Veronica ini ditanya apa yg bagus dari Taiwan dan diunggulkan? Dia bakal jawab transportasinya praktis, kebudayaannya menarik, pemandangannya sangat indah dan menjelaskan keunggulan Taiwan lainnya," Lin, Dean-Shiang memaparkan.

Lebih lanjut, Lin, Dean-Shiang menjelaskan keunggulan berwisata di Taiwan terkait keamanan dan kenyamana bagi para turis.

Taiwan, katanya, merupakan salah satu negara di kawasan Asia yang memiliki tingkat keamanan tinggi.

"Bagi para turis tidak perlu khawatir, karena beekunjung ke Taiwan ini sudah dipastikan aman. Pernah waktu itu ada turis dari Jepang yang melaporkan kehilangan barang ke polisi setempat. Dalam waktu satu jam barang sudah dikembalikan ke pemilik," katanya.

Ia menambahkan, warga Taiwan sudah terbiasa dengan kultur mengembalikan barang ke kantor polisi yang bukan miliknya apabila menemukan di jalan.

Dengan digelarnya acara ini, Lin, Dean-Shiang berharap potensi pariwisata Taiwan bisa semakin tereksplore oleh warga Indonesia.(Luthfi Husnika/Tribunjatim.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved