Benarkah Jahe, Kunyit, Temulawak Bisa Tangkal Virus Corona?Ini Pendapat Guru Besar Biologi Molekuler

Empon-empon atau rempah dalam bahasa Jawa ternyata bisa menjadi penangkal ampuh virus Corona (COVID-19). Simak selengkapnya!

Penulis: Melia Luthfi Husnika | Editor: Elma Gloria Stevani
KOLASE TRIBUNMANADO
Jahe Merah, Virus Corona dan Kunyit 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Empon-empon atau rempah dalam bahasa Jawa ternyata bisa menjadi penangkal ampuh virus Corona (COVID-19).

Hal tersebut diungkapkan oleh Prof. Dr. Chairul Anwar Nidom.

Dalam penelitian yang dilakukannya, kandungan dalam empon-empon tersebut dapat meningkatkan kekebalan tubuh.

"Corona ini kan virus ya bukan bakteri. Jadi berkaitan sekali dengan daya tahan atau kekebalan tubuh. Semakin baik kekebalan tubuh, semakin baik pula reaksi dalam menangkal virus," ujar Prof. Dr. Chairul Anwar Nidom pada TribunJatim, Senin (2/3/3030) malam.

Laki-laki yang juga Guru Besar Biologi Molekular Universitas Airlangga (Unair) Surabaya tersebut menuturkan, dalam penelitiannya ia menemukan kandungan dalam empon-empon bisa menangkal virus Corona.

Indonesia Positif Corona, Aktivitas Pelayananan di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjung Perak Normal

Virus Corona Masuk Indonesia, Pemerhati Sosial Minta Pemerintah Tenangkan Masyarakat Agar Tak Panik

Tim Elite Pro Academy (EPA) Persebaya Geber Seleksi Tahap Berikutnya, Ini Kata Yahya Alkatiri

Kenalan dengan Bonita Salma Falista Salsabilla, Jatuh Hati Pada Persebaya, Kagumi Kreativitas Bonek

Bukan Laga Mudah Persija Jakarta Vs Persebaya Surabaya, Mahmoud Eid : Fokus ke Pertandingan

Mengenal Bonek Mastrip, Berbuat Positif Demi Kebaikan, Jadi Contoh Bagus Buat Suporter Sepak Bola

Menurutnya, empon-empon yang biasa dikonsumsi masyarakat Indonesia seperti jahe, kunyit, temulawak, serai, kayu manis dll memiliki kandungan curcumin.

"Curcumin yang menjadi penangkal terhadap virus. Ketika seseorang mengonsumsi empon-empon, curcumin dari dalam empon-empon akan keluar dan masuk dalam tubuh. Kemudian di situ curcumin bekerja mengendalika sitokin," ujarnya.

Cara kerja empon-empon, lanjut Prof. Dr. Nidom, kandungan bahan aktif curcumin yang masuk dalam tubuh akan bereaksi menangkal virus.

Curcumin, katanya, akan mengendalikan produksi sitokin dalam sel yang muncul akibat ingeksi virus.

"Sebelumnya saya pernah meneliti soal kasus flu burung. Pada penelitian itu terlihat bahwa infeksi virus yang masuk menyebabkan produksi sitokin meningkat sehingga menyebabkan pengerusakan sel secara terus menerus atau sering disebut badai sitokin," ia memaparkan.

Dengan konsumsi empon-empon yang menghasilkan curcumin, produksi sitokin yang bisa menyebabkan pengerusakan sel secara terus menerus akan terhenti.

"Jadi meskipun ada virusnya dalam tubuh, yang terinfeksi tidak akan apa-apa. Karena produksi sitokin itu tadi terhalang curcumin. Sebenarnya kan yang menyebabkan kerusakan bukan virusnya, tapi munculnya sitokin," jelas Prof. Dr. Nidom.

Ditanyai soal seberapa besar kadar empon-empon yang harus dikonsumsi untuk menangkal virus, Prof. Dr. Nidom belum memberikan penjelasan secara pasti.

News Analysis Pengamat Bola Hadi Santoso: Hati-hati Sektor Kiri Pertahanan dan Kombinasi Motta-Riko

Jelang Persija Jakarta Vs Persebaya Surabaya, Aji Santoso Berharap Mengulang Kesuksesan Musim Lalu

Pemkot Surabaya, Kemenkes dan Dinkes Jatim Cek Kesehatan Awak Kapal Pesiar untuk Cegah Virus Corona

"Kalau kadar empon-empon ini kan sesuai selera saja. Jangan dipaksakan makan terlalu banyak juga kalau tidak suka. Tapi empon-empon untuk vaksin yang sudah terjangkit kami masih dalam tahap penelitian," ujarnya.

Prof. Dr. Chairul Anwar Nidom berharap, dengan dikonsumsinya empon-empon tersebut bisa menurunkan tingkat kematian akibat virus corona di dunia dan Indonesia khususnya.

Penulis: Luthfi Husnika

Editor: Elma Gloria Stevani

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved